Rafly Dipersulit Tamara Bertemu Anak
Selasa, 07 Feb 2006 20:57 WIB
Jakarta - Sejak 19 Januari 2006, Teuku Rafly tak bisa bertemu anak hasil buah cintanya dengan Tamara Bleszynski. "Rasya jadi sulit bertemu saya. Saya sudah coba hubungi rumah Pasar Minggu. SMS. Tapi juga tidak ada kabar beritanya," tutur Rafly dalam jumpa pers di kantornya kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2006). Bagi Rafly, sulitnya Rasya bertemu dirinya adalah tanda kalau Tamara diperintah oleh pihak lain. Siapa? Rafly tak mau berkomentar. Yang Rafly tahu, Tamara adalah istri dan ibu yang baik. Jadi tidak mungkin ia mengorbankan perasaan Rasya dengan melarang bertemu ayahnya sendiri. Rafly sendiri sebenarnya sempat berada di posisi seperti Tamara saat ini. Ia dikabarkan mempersulit pertemuan Rasya dengan Tamara. "Bulan-bulan kemarin Rasya memang lebih banyak bersama saya. Tapi saya tidak pernah melarang Rasya bertemu ibunya. Di persidangan sudah terbukti. Hanya dengan SMS, saya membawa Rasya bertemu Tamara," terangnya. Ia menambahkan, sebelum sidang putusan cerai tanggal 1 Februari, anaknya sempat mengutarakan keinginan untuk ikut ke Surabaya. Tapi tiba-tiba, bocah cilik itu menelepon. "Pah, maafin Rasya ya. Mama ingin Rasya nginep di sini. Minggu depan aja kita ketemu," cerita Rafly dengan suara pelan. Meski telah diputus cerai oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rafly tetap bersikeras Tamara adalah istrinya. Alasannya, talak belum dijatuhkan. "Saya masih suami-istri. Sampai sekarang saya belum jatuhkan talak. Dengan proses banding, hak asuh anak juga masih bersama. Saya tidak habis pikir kenapa saya tidak bisa bertemu Rasya. Pun pada saat ulang tahun Rasya, saya tidak bertemu. Perasaan saya sedih," kisahnya. Rafly juga mengaku terkejut saat mengetahui Rasya tak lagi bersekolah di SD Mentari, Jakarta Selatan, lagi. Alasannya apa, pria berdarah Aceh ini mengaku tidak diberi tahu. Pindah ke mana, Rafly juga tidak punya petunjuk.Jumat (3/2/2006), Rafly mengaku sudah berkonsultasi kepada Kapolres Jakarta Selatan. Rafly membicarakan kemungkinan langkah-langkah hukum apa yang harus dilakukan agar bisa bersatu kembali dengan anaknyaTapi setelah dipertimbangkan ulang, Rafly memutuskan untuk tidak menempuh jalur hukum. Ia hanya memberi imbauan yang diharapkan dapat menyentuh hati Tamara. "Tolonglah Tamara kembali pulang. Dan biarkan Rasya kembali sekolah. Jangan emosi. Tolong pikirkan langkah-langkah. Saya tidak ridho kalau Rasya jadi korban," pinta Rafly. (ine/)











































