Saat Syekh Ali Jaber Perjuangkan Status Orang Tua Jadi WNI

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 20 Jan 2021 13:54 WIB
Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber sampai akhir hayat masih berjuang dapatkan status WNI untuk orang tuanya Foto: Instagram
Jakarta -

Syekh Ali Jaber masih menyisakan keinginan dan cita-cita yang belum tercapai. Salah satunya adalah menjadikan status kewarganegaraan orang tuanya menjadi WNI.

Diceritakan oleh asisten pribadinya kepada detikcom, ustaz Iskandar, Syekh Ali Jaber adalah sosok yang sangat cinta dengan Indonesia. Leluhur Syekh Ali Jaber berasal dari Lombok.

Saat kondisinya masih sehat, pada tahun 2019, Syekh Ali Jaber memperjuangkan status kewarganegaraan kedua orang tuanya.

"Di akhir tahun 2019 sebelum beliau sakit, beliau memperjuangkan cita-cita untuk ayah dan ibunya menjadi warga negara Indonesia," ungkap ustaz Iskandar ditemui di Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten.

Orang tua Syekh Ali Jaber masih hidup. Namun semenjak pandemi Corona, kedua orang tuanya di Indonesia dan tak bisa pulang ke Madinah.

Syekh Ali Jaber masih memperjuangkan hal itu sampai akhir hayatnya. Syekh Ali Jaber masih mengurus pengajuan ke Presiden Joko Widodo agar kedua orang tuanya bisa jadi warga negara Indonesia.

"Sejak pandemi itu ayah dan ibunya tertahan di Indonesia nggak bisa kembali ke Madinah. Cita-citanya itu yang masih diperjuangkan sampai menjelang beliau wafat mengurus pengajuan ke Presiden Jokowi, menyampaikan permohonan ayah dan ibunya agar bisa menjadi WNI," tuturnya.

"Kenapa? Karena kasihan di saat karena statusnya masih WNA di Indonesia ini beberapa bulan selalu setiap beberapa bulan harus ke imigrasi. Sedangkan ayah dan ibunya kondisi sakit-sakitan," jelas ustaz Iskandar.

Kedua orang tua Syekh Ali Jaber sebenarnya ada rencana kembali ke Madinah pada 2020. Tapi, pandemi Corona membuat mereka masih tetap berada di Indonesia.

"2020 itu mau pulang Februari, kemudian di saat mau pulang itu Saudi tutup 28 Februari 2020. Tiket 8 Maret jadi nggak bisa kembali ke Madinah. Jadi akhirnya ya kumpul semua di sini. Bahkan bukan cuma ayah dan ibunya, adik-adiknya, semua berkebetulan qadarullah saat itu 2020 awal berkunjung ke Indonesia. Banyak sekali adik-adiknya. Ketika mau kembali tertahan semua," cerita ustaz Iskandar.

Syekh Ali Jaber sendiri sudah berstatus sebagai warga negara Indonesia. Sudah sekitar 12 tahun Syekh Ali Jaber berdakwah di Indonesia. Sejak tahun 2008, Syekh Ali Jaber sudah tinggal di Lombok.

Beruntung, Syekh Ali Jaber dapat penghargaan dari Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjadi Presiden Indonesia. Syekh Ali Jaber diungkapkan oleh ustaz Iskandar seperti mendapat naturalisasi.

"Secara pribadi nggak ada keinginan dan di luar anugerah dari Allah bisa mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (saat itu) diberikan kewarganegaraan, kayak naturalisasi," ungkap ustaz Iskandar.



Simak Video "Firasat 100 Hari Sebelum Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/mau)