Pandji Pragiwaksono Gak Nyesal Mens Rea Viral dan Dituding Jadi Bumerang

Pandji Pragiwaksono Gak Nyesal Mens Rea Viral dan Dituding Jadi Bumerang

Pingkan Anggraini - detikHot
Minggu, 11 Jan 2026 05:05 WIB
Pandji Pragiwaksono Gak Nyesal Mens Rea Viral dan Dituding Jadi Bumerang
Pandji Pragiwaksono Gak Nyesal Mens Rea Viral. (Foto: Pandji Pragiwaksono)
Jakarta -

Special show komika Pandji Pragiwaksono yaitu Mens Rea di Netflix menimbulkan banyak kritik. Tapi gak sedikit yang setuju dan merasa sah-sah saja.

Pandji dengan tegas menjelaskan gak ada rasa menyesal dari dirinya untuk menayangkan seluas mungkin.

"Gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang gak suka. Itu sangat biasa," ujar Pandji dalam siaran langsung Instagram-nya kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena dari gue bikin Mens Rea, gue bercita-cita supaya sebanyak-banyaknya orang yang nonton Mens Rea," lanjut Pandji.

ADVERTISEMENT

Mens Rea yang kini dianggap banyak orang menjadi bumerang buat Pandji, justru tak membuat komika 46 tahun ini gentar.

"Tapi gue sama sekali gak menyesal. Gue bahkan happy, happy banget bahkan, sangat happy. Positifnya jauh lebih besar dari negatifnya," tutur Pandji.

Sebelumnya, Pandji dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya baru-baru ini terkait materi pertunjukan komedi bertajuk Mens Rea. Laporan tersebut dilayangkan pada Rabu (7/1/2026) dengan dugaan pencemaran nama baik.

Pelapor menyerahkan sejumlah barang bukti berupa rekaman dan materi yang disampaikan Pandji melalui salah satu platform digital saat pertunjukan Mens Rea berlangsung. Materi tersebut dinilai mengandung unsur yang merendahkan serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Adapun Mens Rea mulai tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025. Special show ini ditayangkan tanpa sensor dan dapat disaksikan secara penuh di platform tersebut.

Dalam Mens Rea, Pandji menjadikan panggung sebagai ruang untuk membahas berbagai isu sosial dan politik terkini dengan gaya observasi yang tajam dan berani.

Pandji menyoroti carut-marut perpolitikan pasca-Pemilu 2024, menguliti perilaku pejabat publik, hingga menyinggung sejumlah tokoh besar yang kerap dianggap tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Materi yang dibawakan dinilai relevan dengan kondisi demokrasi Indonesia, dibalut komedi satire yang tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga mengajak penonton berpikir.




(pig/mau)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads