Blunder Imam Darto soal Rp 17 M Ditanggapi Darius Sinathrya

Tim detikcom - detikHot
Senin, 07 Des 2020 17:38 WIB
Imam Darto di Studio Hanggar, Pancoran
Imam Darto Foto: Ismail/detikHOT
Jakarta -

Imam Darto bikin Twitter ramai. Ia disebut melakukan blunder karena mengomentari kasus dugaan korupsi Dana Bansos COVID-19.

Awalnya Imam Darto berkicau mengenai korupsi dana bantuan tersebut yang diduga dilakukan oleh Juliari Batubara, Menteri Sosial. Namun ia menyebut mungkin saja ada orang yang tidak bisa menolak mendapatkan keuntungan meski hal itu adalah sebuah hal yang tidak baik.

"Bukannya mendukung korupsi ya. Tapi di depan mata disodorin Rp17 M siapa yang nggak gentar. Point is, semua orang punya setannya masing-masing. Tinggal waktu bikin dosanya ajah. Huhuhu," kicau Imam Darto di Twitter.

Tweet itu langsung mendapatkan respons dari banyak orang. Bahkan Imam Darto sempat masuk ke dalam jajaran trending di Twitter.

Kini, tulisan itu sudah dihapus oleh podcaster tersebut. Ia meminta maaf jika ungkapannya itu dianggap punya multi tafsir.

"Demi meredam kegaduhan yang saya sebabkan, saya minta maaf ya untuk opini saya yang multi-tafsir. Twit bersangkutan saya hapus tanda saya menarik kata-kata saya. Sekali lagi, saya minta maaf. Terima kasih," ucap Imam Darto dalam Twitter miliknya.

Selanjutnya, Imam Darto juga memberikan penjelasan lainnya. Ia kemudian mengubah analogi dari pemikiran yang menjadi tulisan tersebut.

"Wah twitku ramai, gini bukan rasionalisasi, ganti analogi deh. Contoh berita: Seorang publik figur dengan sosok keluarga rukun dicintai jutaan orang, tiba-tiba ketahuan tidur sama Gal Gadot. Komen gue: Disodorin Gal Gadot telanjang di depan mata, siapa yang tak gentar," ungkap Imam Darto.

Kemudian Darius Sinathrya menanggapi kicauan itu. Menurutnya mungkin memang ada kesempatan yang dimaksud Imam Darto, tapi semua pilihan kembali ke pribadi masing-masing.

"Wkwkwkwk harusnya ada batas antara gentar lalu balik badan atau gentar terus buka kolor. Batas itu pilihan, saat ada di garis batas itu integritas diuji, pilihan yang dibuat akan nunjukin dimana level integritas seseorang," tulis Darius Sinathrya.

(dar/wes)