Main Motocross Bareng Atep Jadi Kontroversi, Rizki Ridho DA Duga Ada Unsur Politik

Hanif Hawari - detikHot
Rabu, 21 Okt 2020 19:04 WIB
Rizki Ridho DA
Rizki Ridho DA duga ada unsur politik saat main motocross bareng Atep jadi kontroversi. (Foto: hanif hawari)
Jakarta -

Aksi main motocross Ridho dan Rizki DA di sekitar Gunung Guntur, Garut, sedang menjadi perbincangan. Grup musik dangdut 2R itu dituding telah merusak konservasi cagar alam.

Rizki-Ridho pun heran mengenai tudingan tersebut. Kenapa hal itu baru dipermasalahkan, sedangkan mereka bukanlah orang yang pertama kali masuk ke wilayah konservasi Cagar Alam (CA) Kamojang yang terletak di Tarogong Kaler itu.

Namun, Rizki-Ridho menduga permasalah itu muncul karena adanya unsur politik. Pasalnya, pria kembar itu bermain trail dengan mantan pemain Persib Bandung, Atep. Ia sedang mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Kabupaten Bandung, di Pilkada 2020.

"Sebenarnya pertamanya gini, kita awalnya memang nggak tahu itu tempat cagar alam. Ya mungkin ada unsur politik ya, karena kita bersama calon wakil Bupati di situ, ya sudahlah tidak perlu dipermasalahkan. Iya Atep," kata Ridho saat ditemui usai mengisi program Kopi Viral di Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2020).

Walau banyak cibiran yang datang, Rizki-Ridho tidak memasukkannya ke dalam hati. Mereka mengambil sisi positif dari kejadian tersebut.

"Ya Iki cuma komen gini saja, ya sudah bismillah mudah-mudahan Aa Atep-nya punya kedudukan. Kalau memang punya kedudukan nanti insyaallah ini bisa jadi masukan bersama dan memang jadi bahan perhatian. Apa pun yang nanti punya kedudukan, mudah-mudahan bisa jadi perhatian juga," imbuh Rizki.

"Dan mungkin karena kita public figure juga hal-hal ini bisa ter-up gitu. Kita ambil positifnya saja, bukan orang menyudutkan kita, kita marah, tidak. Tapi alhamdulillah mudah-mudahan Iki dan Ido di situ jadi semuanya jadi bahan perhatian juga. Dan mudah-mudahan bisa terealisasi juga untuk bisa menjaga sama-sama," lanjutnya.

Jika memang kawasan konservasi itu tidak boleh dimasuki oleh masyarakat, Rizki-Ridho berharap semoga pemerintah setempat bisa mengambil sikap tegas. Apalagi kawasan tersebut tidak ada plang larangan untuk masuk ke sana. Bahkan masyarakat umum boleh masuk dengan membayar harga tiket masuk yang sudah ditentukan.

"Dan bisa jadi perhatian untuk pemerintah setempat. Mudah-mudahan jadi wasillah hidayahlah buat kita semua. Mungkin dengan adanya Iki Ido jadi terangkat tempat itu yang mungkin orang yang tidak mengetahui cagar alam, sekarang sudah mengetahui cagar alam. Nextnya pemerintah setempat bisa lebih. Kalau memang itu dilarang, buatlah plang yang selebar-lebarnya, yang sebesar-besarnya kalau itu cagar alam," ucap Ridho.

"Jadi ketika orang datang ke sana dan melihatnya masih ngetrill di sana atau nanjak gunung di sana, itu risikonya mereka. Jadi memang di sana nggak ada plang apa pun, jadi kita nggak tahu. Karena kita dibawa leader dan sudah ada jalurnya dan di situ juga bayar masuknya, mudah-mudahan jadi wasilah hidayahlah buat kita semua. Jadi bahan perhatianlah buat kita semua," pungkasnya.

(hnh/nu2)