Poligami di Kalangan Artis

Jadi Istri Tua Ternyata Rentan Depresi

tim detikhot - detikHot
Sabtu, 17 Okt 2020 16:10 WIB
Ilustrasi Poligami
Foto: Ilustrasi Poligami (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Bicara soal poligami tentu ada banyak alasan yang ada di baliknya. Menurut salah satu studi di Amerika Serikat, ada sejumlah faktor yang menjadi alasan seseorang untuk melakukan poligami.

Salah satu alasannya adalah untuk memperbanyak keturunan.

"Jadi kalau menurut salah satu study di Amerika ada sejumlah faktor yang bikin poligami dilakukan. Yang pertama mau punya anak banyak, yang kedua ego dan pride memiliki istri lebih dari satu. Kemudian yang ketiga adalah aspek meningkatkan status di sebuah komunitas atau masyarakat," tutur Psikolog Roslina Verauli saat berbincang dengan detikhot.

"Bahkan zaman dulu banget, punya banyak rumah adalah mengembangkan lahan-lahan bisnis mereka. Secara tidak langsung, istri ini adalah orang-orang yang dipercaya untuk mengembangkan bisnis suaminya," sambung Verauli lagi.

Bahkan ada juga yang menanyakan mengapa sih seorang perempuan rela jika suaminya melakukan poligami. Hal itu pun dijawab Verauli berdasarkan literatur yang ada.

"Jadi dari literatur yang ada percaya jika pernikahan poligami itu mampu menyelesaikan masalah-masalah. Bahwa poligami ini akan mampu untuk membantu keluar dari masalah, kadang untuk meningkatkan status. Bisa saja sih karena cinta tapi ini kan masalah literatur," jelasnya lagi.

Bicara soal poligami, bisa sangat rentan karena ini berhubungan dengan agama dan juga budaya.

"Kalau dari data yang saya punya, dari beberapa negara sedikit memang sampelnya, terlalu sedikit bahkan, pernikahan poligami ini berdampak atau berkaitan dengan isu kesehatan mental. Masalah-masalah seperti depresi dan kecemasan bahwa terutama senior wife mereka rentan mengalami depresi dan krisis karena ini mempengaruhi penghayatan diri," kata Verauli lagi.



Simak Video "Nia Ramadhani Bicara soal Sang Suami Minta Poligami"
[Gambas:Video 20detik]
(wes/doc)