Gonjang-ganjing Istana Akibat Pertikaian Pangeran William-Harry

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 04 Okt 2020 10:08 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 09: Prince Harry, Duke of Sussex and Meghan, Duchess of Sussex attend the Commonwealth Day Service 2020 at Westminster Abbey on March 09, 2020 in London, England. The Commonwealth represents 2.4 billion people and 54 countries, working in collaboration towards shared economic, environmental, social and democratic goals.  (Photo by Gareth Cattermole/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Rumor soal hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry yang memburuk kembali dibahas dalam sebuah biografi. Buku bertajuk Battle of Brothers: William & Harry - The Inside Story of a Family in Tumult menjelaskan keadaan istana beberapa bulan sebelum Harry mengambil keputusan untuk meninggalkan istana dengan Meghan Markle.

Dalam buku yang ditulis oleh Robert Lacey, yang juga merupakan konsultan serial The Crown, mengungkap adanya pertemuan antara Ratu Elizabeth, Pangeran Charles, dan Pangeran Harry terkait hubungan mereka yang memburuk.

"Aku selalu berada di samping adikku selama ini. Aku sudah tak sanggup lagi sekarang. Kami adalah dua manusia yang berbeda," ujar William kepada salah satu temannya, menurut biografi tersebut.

Pertemuan itu juga membahas soal negosiasi yang dilakukan Pangeran Harry kepada Ratu Elizabeth terkait keputusannya untuk pindah ke Amerika Serikat setelah hubungan dengan sang kakak memburuk. Pangeran William kala itu disebut tak banyak bicara dan menjaga jarak.

"Rasanya seperti berurusan dengan pengacara Hollywood yang keras kepada. Harry ingin ada jaminan dari setiap poin persyaratan seolah-olah yang dilakukannya adalah negosiasi kontrak," ungkap salah satu sumber istana.

"Ratu Elizabeth berunding selama beberapa pekan, lalu memutuskan Harry dan Meghan tak lagi boleh menggunakan nama Sussex untuk mempromosikan mereka dalam berbagai aktivitas di Amerika Utara," lanjutnya.

Sang Ratu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk cucunya. Namun karena tindakan tak menentu dan impulsif dari Pangeran Harry dan Meghan Markle, ia tak bisa mempercayakan gelar Sussex kepada keduanya.

"Perilaku pasangan Sussex yang tak menentu dan impulsif selama setahun terakhir membuat Ratu Elizabeth II tak bisa mempercayakan status mereka sebagai anggota kerajaan untuk sementara waktu," ujar sumber.

Ketegangan tersebut juga tampak saat anggota keluarga kerajaan Inggris merayakan Natal pada 2019. Tak ada Pangeran Harry, Meghan Markle, dan Archie dalam foto keluarga tersebut.

"Sumber istana menyebut yang mereka lakukan seakan ingin memberi gambaran garis lurus suksesi kerajaan yang didukung antusias oleh Pangeran William. Ia terlihat seperti mengirim sebuah pesan kepada adiknya. Dan pesan tersebut diterima dan dimasukkan ke dalam hati oleh Harry," pungkasnya.



Simak Video "Pangeran William Serukan Tindakan Bersama Pulihkan Alam"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/dal)