Beli Celana Dalam Bekas Dinar Candy Rp 50 Juta, Bobby Stuntrider Puas

Hanif Hawari - detikHot
Kamis, 24 Sep 2020 21:18 WIB
Dinar Candy dan Bobby Stuntrider
Bobby Stuntrider puas beli celana dalam bekas Dinar Candy. (Foto: hanif hawari)
Jakarta -

YouTuber Bobby Tria Sanjaya atau akrab disapa Bobby Stuntrider mengaku puas telah membeli celana dalam bekas Dinar Candy. Sebab, ia sangat nge-fans dengan sang disc jockey (DJ) seksi itu.

"Paketnya dikirim via gojek. Rasanya bangga dan puas ya. Puas ngebuktiin gue nggak main-main (belinya)," ujar Bobby Stuntrider usai menjadi bintang tamu dengan Dinar Candy di Rumpi: No Secret, Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2020).

"Dia gentleman. Padahal aku nantangin ke yang lain ya, tapi dia doang yang serius," timpal Dinar Candy.

Dinar Candy pun membantah kalau menjual celana dalam bekas tersebut hanyalah settingan. Hal itu murni dilakukannya karena iseng akibat tak berpenghasilan tetap selama pandemi COVID-19.

"Jadi sebenarnya aku sama Bobby pernah ketemu collabs YouTube kontennya manajer antar manajer. Jadi aku tuh sama sekali nggak ada nomor Bobby. Dia content creator yang timnya selalu ganti. Sama seperti aku," kata Dinar Candy.

"Dia (kayak) YouTuber lainnya ke aku ajak collabs saja. Nggak ada spesial dari Bobby. Sekarang jadi berteman, tahu sama lain gara-gara dia beli daleman aku. Aku anggapnya Bobby hoax doang kan, karena dia diem-diem aja. Mungkin isengin aku. Kalau settingan nggak, aku awalnya jahil dan ditanggepin sama orang jahil juga," tambah Dinar Candy.

Dari celana dalam bekas Dinar Candy, Bobby Stuntrider sudah memikirkan apa yang akan dilakukannya. Ia akan me-review celana dalam bekas tersebut untuk dijadikan konten di channel YouTube-nya.

"Aku beli bukan karena emosi sesaat. Dipikirin dulu sih nanti feedbacknya akan gimana. Awalnya panas dibeli aja. Saya content creator, jadi ini bukan settingan tapi bisa jadi konten. Rp 50 juta kok ramai banget ya. Gimana ya, segini worth it-lah beli daleman Dinar Rp 50 juta," imbuh Bobby Stuntrider.

"Gede sih, tapi feedbacknya lebih besar lagi jadi konten," pungkas pria asal Bandung itu.

(hnh/mau)