Kisah Kadir Jualan di Sekolah demi Bantu Ekonomi Orangtua

Pingkan Anggraini - detikHot
Sabtu, 19 Sep 2020 16:24 WIB
Sejumlah pelawak mendatangi Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (9/2/2018). Mereka mempertanyakan nasib pelawak, Cak Percil-Cak Yudho yang ditahan di Hong Kong.
Kadir punya cerita soal masa kecilnya. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pelawak senior, Kadir menceritakan sedikit pengalaman hidupnya ketika masih duduk di sekolah dasar. Ia mengaku saat itu sempat ikut mencari uang demi membantu ibunya.

Dijelaskan Kadir, hal itu terjadi karena ia harus kehilangan ayahnya yang lebih dulu meninggal dunia. Kadir mengaku harus bekerja keras demi keluarganya.

"Saya kelas empat SD, abah saya meninggal. Saya panggil ayah saya abah ya. Tinggal ibu saya yang tidak pernah kerja, kebingungan," ujar Kadir, dikutip dalam tayangan Okay Boss Trans7.

"Mau tidak mau saya membantu," lanjutnya.

Dijelaskan Kadir, di usianya yang masih kecil itu ia siap mengerjakan apa saja demi mendapatkan uang jajan. Ia bahkan membantu menjual apa saja yang disuruh orang lain.

Kadir mengaku saat itu pernah menjual sebuah permen tape. Ia mendapatkan permen tape itu dari seseorang yang memintanya menjualkan ke sekolah.

"Jadi permen tape itu bahannya dari singkong. Saya dapat dari orang, disuruh bawa ke sekolah terus disuruh jual lagi," lanjutnya.

Kadir saat itu merasa tak masalah. Ia bahkan senang dan bersyukur dapat pulang ke rumah dengan membawa uang untuk ibunya.

Setelah itu Kadir baru mengawali kariernya di salah satu stasiun televisi di Jakarta. Lewat kariernya itu Kadir langsung dinobatkan menjadi pelawak dan mulai terkenal.

"Pulang, saya bawa rezeki sendiri. Tidak ganggu orangtua. Terus saya baru ikut sandiwara ludruk," tutup Kadir.

Kini siapapun orang sudah mengenal sosok Kadir. Kadir sendiri kini sudah menikah dan memiliki enam anak. Salah satu anak yang sudah mulai diajak untuk terjun ke dunia hiburan adalah Layla Syafira.

Wajah anak Kadir itu memang cantik. Tak ayal banyak yang menawarkannya untuk terjun ke dunia hiburan seperti sang ayah.

"(Tampil di tv) Sering banget diajak. Cuma aku takut. Minder duluan," jelas Layla saat ditemui belum lama ini.

Rupanya bukan hanya rasa takutnya saja yang menghalangi langkahnya berkarier, Layla juga merasa tak memiliki bakat untuk menjadi publik figur.

Dijelaskan Layla, ia pernah hendak menghadiri acara di televisi bersama ayahnya. Namun sayangnya Layla memilih untuk membatalkan rencananya itu.

"Aku ngerasa ah bakatnya nggak ada nih nggak bisa ikut," tutur Layla.



Simak Video "Prioritaskan Pendidikan, Kadir Tak Mau Paksa Anak Jadi Pelawak"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/wes)