Tentang Keluarga Gen Halilintar

Ayah Atta Halilintar dan Kontroversi Dugaan Diskriminasi Anak

Pingkan Anggraini - detikHot
Sabtu, 05 Sep 2020 12:00 WIB
Halilintar Asmid, ayah Atta Halilintar.
Foto: Dok. Instagram/halilintarasmid
Jakarta -

Siapa yang tak kenal keluarga Gen Halilintar? Keluarga yang terdiri dari pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk berserta 11 anaknya kerap mencuri perhatian publik.

Beberapa kontroversi hingga prestasi-prestasi yang dituai keluarga Gen Halilintar memang sangat digandrungi publik. Hal itu lantaran nama mereka memang banyak dikenal melalui YouTube.

Kali ini sang ayah, Halilintar disebut tengah menelantarkan dan melakukan diskriminasi anak. Hal itu dilaporkan mantan istri keduanya di Polres Metro Jakarta Selatan.

Halilintar disebut sudah tak mengurus dan memberi nafkah untuk seorang anak dari mantan istri keduanya, Happy Hariadi. Laporan mengenai hal ini sudah dilayanglan Happy sejak Oktober 2019.

"Happy itu adalah istri dari saudara Pak Halilintar, beliau melaporkan karena anaknya yang bernama Mubarotah, anak dari pernikahan Pak Halilintar dengan Happy tidak mendapatkan pengakuan dari Pak Halilintar sebagai anak," ujar Kanit PPA Polres Jakarta Selatan AKP Nunu Suparmi.

Sebelumnya, Halilintar sempat lebih dulu dilaporkan ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Laporan tersebut sudah sampai pada tahap pemanggilan Halilintar, namun ia tak pernah kunjung hadir.

Atas kejadian itu, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto pun merekomendasikan surat untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

"Jadi laporan ini kami buat pada tanggal 6 Novemver 2018. Namun setelah laporan kami ini masuk, terlapor Halilintar tidak pernah menghadiri panggilan-panggilan yang di layangkan oleh LPAI itu," ujar Dedek Gunawan selaku kuasa hukum Happy.

"Nah ketika terlapor Halilintar ini dipanggil tidak mau hadir. Maka lembaga perlindungan anak mengeluarkan rekomendasi yang di tanda tangani oleh Kak Seto Mulyadi. Itu merekomendasikan agar dilakukan upaya lebih lanjut berupa upaya hukum baik secara pidana, maupun perdata," jelasnya lagi.

Selain itu dijelaskan Nunu, usia anak yang diduga mendapat perlakuan diskriminasi oleh Halilintar kisaran 17 tahun. Akta kelahirannya pun juga menjadi bukti konkret dari perkara kali ini.

"(Anaknya) Perempuan, usianya waktu dibuat laporan itu 16 tahun. Sekarang mungkin 17," ujar Nunu.

"(Bukti) Itu nanti, ya yang pasti akte kelahiran. Nantinya ya dikabarin pemeriksaan selanjutnya," lanjut Nunu.

Atas kasus ini Halilintar dilaporkan beberapa pasal yang terkait dengan diskriminasi anak.

"Pasal 76 A dan 76 B, juncto 77 UU RI tahun 2014 tentang diskrimimasi anak," tutup Nunu.



Simak Video "Ayah Halilintar Usahakan Pulang Secepatnya untuk Jalani Proses Hukum"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/dal)