Ayah Atta Halilintar Dipolisikan Atas Rekomendasi Kak Seto

Pingkan Anggraini - detikHot
Senin, 31 Agu 2020 18:54 WIB
Halilintar Asmid, ayah Atta Halilintar.
Ayah Atta Halilintar dipolisikan atas rekomendasi Kak Seto. (Foto: Dok. Instagram/halilintarasmid)
Jakarta -

Keluarga Halilintar kembali menyita perhatian publik. Kali ini sang ayah, Halilintar Anofial Asmid, dilaporkan atas dugaan penelantaran anak.

Laporan ini dibuat oleh mantan istri keduanya, Happy Hariadi, ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Oktober 2019. Sebelumnya, Halilintar dilaporkan ke LPAI pada November 2018, namun tak pernah memenuhi panggilan.

"Jadi laporan ini kami buat pada tanggal 6 Novemver 2018. Namun setelah laporan kami ini masuk, terlapor Halilintar tidak pernah menghadiri panggilan-panggilan yang dilayangkan oleh LPAI itu," ujar Dedek Gunawan selaku kuasa hukum Happy pada video yang diterima awak media, Senin (31/8/2020).

Dalam hal ini, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengarahkan pihak Happy untuk melanjutkan laporan ini ke kepolisian. Hal ini berupa surat persetujuan untuk melanjutkan laporan tersebut ke aparat hukum.

Hal itu lantaran Halilintar Anofial Asmid selalu mangkir saat dipanggil untuk memenuhi panggilan dari pihak LPAI terkait kasus.

"Nah, ketika terlapor Halilintar ini dipanggil tidak mau hadir. Maka lembaga perlindungan anak mengeluarkan rekomendasi yang ditandatangani oleh Kak Seto Mulyadi. Itu merekomendasikan agar dilakukan upaya lebih lanjut berupa upaya hukum baik secara pidana, maupun perdata," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, anak dari pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Happy itu merupakan seorang perempuan berumur kisaran 17 tahun. Hal ini dijelaskan Kanit PPA Polres Jakarta Selatan AKP Nunu Suparmi saat ditemui di Polres Jakarta Selatan.

Dijelaskan lagi, bukti dari kelahiran anak tersebut berupa akta kelahiran yang sudah diterima Polres.

"(Anaknya) Perempuan, usianya waktu dibuat laporan itu 16 tahun. Sekarang mungkin 17 tahun," ujar Nunu.

"(Bukti) Itu nanti, ya yang pasti akte kelahiran. Nantinya, ya dikabari pemeriksaan selanjutnya," lanjut Nunu.

Atas kasus ini, Halilintar Anofial Asmid dilaporkan beberapa pasal yang terkait dengan diskriminasi anak.

"Pasal 76 A dan 76 B, juncto 77 UU RI tahun 2014 tentang diskrimimasi anak," tutup Nunu.

(pig/nu2)