Bukan Cuma TV, Settingan Juga Dipakai YouTuber Demi Cuan

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 25 Agu 2020 13:04 WIB
Artis settingan
Settingan juga dipakai oleh konten kreator atau youtuber demi mendapatkan cuan. Foto: internet
Jakarta -

Cara-cara settingan di saat ini banyak pula diaplikasikan oleh para artis atau musisi yang mengembangkan karier menjadi konten kreator atau YouTuber. Dengan bumbu settingan diharapkan konten YouTube atau sebuah reality show dapat lebih banyak dilihat orang.

Hal itu diungkapkan oleh manajer artis, Nanda Persada, kepada detikcom baru-baru ini. Saat ini diakui Nanda Persada tak sedikit artis atau musisi yang beralih ke ranah YouTuber demi mencari tambahan keuntungan.

"Banyak juga temen-temen yang musisi sekarang jadi konten kreator jadi YouTuber melebarkan ini kemarin ngobrol sama salah satu musisi senior terkenal, katanya 'Aku sekarang jadi YouTuber deh karena ada duitnya gitu'. Dan dia mulai membuat konten-konten gimmick settingan," ujar Nanda Persada.

Sementara itu, kata Nanda Persada biasanya artis konten kreator akan membuat isu, konflik atau permasalahan yang sama. Contohnya adalah saat di mana sang artis konten kreator saling adu kekayaan hingga gengsi dijuluki sultan.

Memang untuk saat ini model settingan atau gimmick pamer kekayaan sedang banyak menjadi tontonan publik. Netizen seakan tak bosan dengan suguhan tersebut.

"Ini ngomong YouTuber konten kreator, itu kadang mereka janjian nih mereka bikin isu yang sama konflik yang sama oh ini sultan a sultan b sultan daerah c gitu. Nanti pamer koleksinya ini itu dan ternyata netizen suka viewersnya tinggi mereka dapat adsense income dari situ," bebernya.

Artis settinganTak cuma artis yang pakai settingan konten kreator atau youtuber juga demikian Foto: internet

Ada pula settingan untuk program reality show, contohnya adalah settingan yang berbau kegiatan sosial. Dalam settingan ini tak jarang sang artis rela menjadi gembel atau orang melarat yang kemudian justru memberi bantuan kepada orang-orang susah.

"Ada juga yang membuat settingan reality show,settingan yang seolah olah mengharukan itu ke nolong orang orang susah. Turun ke jalan, sampe nyamar jadi gelandangan atau apa itu udah banyak liat itu, faktanya begitu," ungkapnya.

Uniknya dalam praktiknya tersebut, masyarakat sudah mengetahui bahwa kegiatan itu adalah bentuk dari settingan. Di sisi lain menurut Nanda Persada, masyarakat menyukai konten-konten seperti itu.

"Dan mereka masyarakat mungkin tau ini mungkin settingan, reality show. Malah malah memang tahu karena dari awal memang tahu awalnya nih artis pura pura jadi orang susah pengemis, masyarakat tau tetep menyimak tetep suka," ungkapnya.

Bukan hanya masyarakat yang suka. Menurut Nanda Persada program tv atau konten kreator mendapatkan untung.

"Ketika masyarakat suka ratingnya kalo di tv rating share tinggi. kalo di Youtube itu viewersnya tinggi dapet adsense yang banyak," imbuhnya.

"Ya settingan itu the part of strategi marketing bahasa gampangnya, ketika itu mencuri perhatian orang banyak itu efektif," pungkasnya.



Simak Video "Facebook Luncurkan Layanan Stars untuk Para Content Creator"
[Gambas:Video 20detik]
(fbr/dar)