Netizen Tidak Bodoh, Sudah Tahu Mana Settingan dan Mana Bukan

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 24 Agu 2020 06:30 WIB
Artis settingan
Foto: internet
Jakarta -

Meski tidak bisa dipungkiri dunia hiburan Indonesia terkadang ramai dengan "rekayasa cinta", namun netizen sudah pintar. Meski samar-samar dan terkadang susah dibuktikan kebenarannya namun masyarakat sudah peka dan mampu menilai sendiri.

Setidaknya itu yang diungkapkan oleh Nanda Persada, Ketua Ikatan Manajer Artis Indonesia, ketika mengobrol dengan detikcom baru-baru ini.

Tidak dipungkiri memang, sebuah kabar settingan bisa disebut sukses ketika masyarakat ingin tahu lebih banyak terhadap isu tersebut. Bahkan mungkin sampai kepo ke pribadi selebritas yang melakukan settingan.

Namun sekali lagi ditegaskan Nanda Persada, netizen sudah mulai cerdas menilai.

"Karakter netizen kita juga pinter, ada yang tahu (mengerti) masalah settingan. (Semisal) Oh artis ini pacaran sama ini, ah ternyata mau ngeluarin produk baru, mau nyanyi bareng, duet lagu baru," ujar Nanda Persada kepada detikcom.

Nanda Persada pun yakin masyarakat sudah bisa membedakan mana yang peristiwa yang benar-benar terjadi, nyata tanpa rekayasa, dan mana yang hanya gimmick. Meski dia tidak memungkiri bahwa gimmick dan settingan pun sangat lumrah di dunia hiburan.

"Netizen sekarang pinter. Bisa bedain mana yang konflik (beneran) atau pacaran (beneran). Settingan udah lumrah. Sekarang udah jauh lebih open (dalam melakukannya) dan itu sah-sah saja dalam membuat strategi," katanya.

Peran masyarakat terutama netizen sangat penting dalam kesuksesan sebuah berita settingan. Mereka yang aktif di dunia maya amat menyimak sesuatu peristiwa yang tengah viral atau pun kontroversial. Nanda menyebut ini menjadi kelebihan dari settingan artis di masa kini.

"Sekarang lebih gampang mempromosikan ini itu, atau bikin strategi settingan yang dimakan masyarakat dan netizen. Netizen kita kan aktif ya, apapun dikomentarin, baik atau buruk, apalagi yang kontroversial," beber Nanda.

Tak jarang pula settingan muncul dalam bentuk hal-hal yang kocak. Menurut Nanda Persada, topik-topik receh pada saat ini sangat mudah menjadi viral. Ditegaskan olehnya, settingan tidak melulu berkonotasi negatif.

"Yang lucu juga jangan lupa (ada). Settingan bukan selalu hal negatif. Tapi yang lucu-lucu, receh, juga ada. Sekarang kan candaan receh bisa jadi viral," pungkasnya.

(fbr/aay)