Pacar Settingan

Psikolog Sebut Masyarakat Indonesia Nikmati Soal Artis Pacaran Settingan

Pingkan Anggraini - detikHot
Sabtu, 22 Agu 2020 13:02 WIB
Artis settingan
Masyarakat Indonesia nikmati soal artis pacaran settingan. (Foto: internet)
Jakarta -

Fenomena pacaran settingan di kalangan public figure kian marak lantaran dianggap menguntungkan kedua belah pihak. Tentunya hal ini turut menuai pro dan kontra.

Banyak yang beranggapan fenomena ini menjadi hal yang merugikan. Namun, banyak juga yang memakluminya lantaran hal ini merupakan salah satu cara bagi sang artis untuk tetap berkarya di dunia hiburan.

Pada pembahasan ini, detikcom sudah membicarakannya dengan Kasandra Putranto yang merupakan psikolog. Baginya, hal ini merupakan suatu kebutuhan dari marketing artis di dunia hiburan.

"Ini masalah trend, terutama karena ada kesempatan promo, endorse, kebutuhan marketing," ujar Kasandra baru-baru ini.

"Artis A yang sudah punya nama karena prestasinya, lalu dipasangkan dengan artis B yang baru debut. B dan promotornya harus membayar sejumlah harga untuk bisa tampil bersama A," jelas Kasandra lagi.

Mengenai hal itu, bagi masyarakat awam tentunya menarik saja. Mereka dianggap cukup menikmati dan tak menuai protes.

Dijelaskan Kasandra Putranto, bentuk settingannya juga bermacam-macam. Memang sengaja dibuat bercerita mengenai kisah cinta mereka agar publikasi ke masyarakatnya semakin nyata.

"Nah settingannya macam-macam, dibuat banyak story supaya ada nilai publikasinya," jelasnya.

"Ya menarik-menarik saja, karena masyarakat Indonesia ternyata cukup menikmati," sambungnya.

Hal lain pun banyak menyudutkan fenomena ini menjadi tindakan yang merugikan. Artis baru yang melakukan settingan dianggap mengambil jalan pintas dalam meraih popularitas.

Bagi Kasandra Putranto, pemikiran itu bisa saja muncul dibenak masyarakat. Namun, ia mewajari adanya settingan lantaran hal itu bagian dari cara kerja industri hiburan.

"Kalau dipersepsikan negatif ya bisa jadi (mencari popularitas)," ungkap Kasandra.

"Tapi ini kan memang cara kerja industri entertainment. Makanya ada agensi yang mengurus artis, bagaimana mereka mencari bibit artis baru untuk dipersiapkan dan dilatih, lalu diperkenalkan kepada publik dengan berbagai agendanya," tutup Kasandra.



Simak Video "Bukan Seperti Mata Najwa, Ini Teknik Empty Chair yang Sesungguhnya"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/mau)