detikHot

celeb

Kanye West Ngaku Sempat Terinfeksi COVID-19 dan Tak Lagi Dukung Trump

Kamis, 09 Jul 2020 10:48 WIB Tia Agnes - detikHot
NEW YORK, NEW YORK - DECEMBER 03:  Kanye West attends the opening night of the new musical The Cher Show on Broadway at Neil Simon Theatre on December 03, 2018 in New York City. (Photo by Dominik Bindl/Getty Images) Kanye West siap calonkan diri menjadi presiden Amerika Serikat Foto: Getty Images
Jakarta -

Setelah mengumumkan akan mencalonkan diri menjadi presiden AS, Kanye West membeberkan fakta lainnya. Ia mengaku pernah terinfeksi COVID-19 dan tak lagi mendukung Donald Trump.

Pemenang Grammy Awards itu mengatakan ia melawan virus Corona pada Februari dan berusaha sembuh untuk melawannya.

"Saya menggigil, gemetaran di tempat tidur, mandi air panas, dan menonton video apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya. Saya ingat seseorang mengatakan kepada saya Drake punya COVID-19 dan respons saya adalah 'Drake tidak lebih sakit daripada saya' (pada bulan Maret Drake memberitahu kembali hasilnya negatif)," ujar Kanye West, dilansir dari CNN, Kamis (9/7/2020).

Kanye West juga percaya penyembuhan COVID-19 dengan vaksin tidak 100 % benar adanya. Ia merasa harus berhati-hati ketika ada vaksin yang akan mencoba masuk ke tubuhnya.



"Mereka ingin melakukan segala macam hal, saya minta maaf ketika saya mengatakan hal yang paling menyedihkan tidak semua orang bisa berhasil masuk surga, dan ada sebagian orang dari kita yang tidak berhasil dengan vaksin," ungkap Kanye West.

Dalam wawancara dengan Forbes, fakta lainnya yang diungkap Kanye West adalah dukungan terdahulu kepada Donald Trump. Ia mengaku tak lagi mendukung presiden AS tersebut.

Kanye West mengatakan telah kehilangan kepercayaan kepada orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut.

"Sepertinya seperti satu kekacauan besar bagiku. Aku tidak suka kalau aku menangkap angin bahwa dia bersembunyi di bunker," katanya.

Ia juga kecewa dengan keputusan Donald Trump yang bersembunyi di dalam bunker bawah tanah di Gedung Putih selama protes George Floyd karena ketidakdilan rasial dan kebrutalan polisi.



Langkah yang diambil Kanye West untuk mencalonkan diri menjadi presiden bukan publisitas. Bahkan Kanye West tak masalah kalau pencalonannya bisa mengambil suara calon Partai Demokrat, Joe Biden, dan membantu orang memilih kembali Trump.

"Saya tidak mengatakan Donald Trump menghalangi jalan saya, dia mungkin menjadi bagian dari cara saya. Dan Joe Biden? Tolong, ayolah, tolong," terangnya.

"Kamu tahu Obama istimewa, Trump juga istimewa, Kanye West juga istimewa. Amerika membutuhkan orang-orang istimewa yang memimpin. Bill Clinton? Istimewa. Joe Biden tidak istimewa," sambung Kanye West.




Simak Video "Kanye West Bongkar Pernah Ingin Aborsi Anak, Kim Kardashian Marah"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com