Kalau New Normal Terjadi, Tommy Kurniawan Desak Pemerintah Perhatikan Pesantren

Mauludi Rismoyo - detikHot
Kamis, 28 Mei 2020 17:36 WIB
Tommy Kurniawan dan Lisya Nurrahmi saat ditemui di gedung DPR.
Foto: Noel/detikFoto
Jakarta -

New Normal menjadi perhatian banyak kalangan, tak terkecuali Tommy Kurniawan. Anggota DPR RI ikut berkomentar kalau hal itu bakal terjadi.

Tommy mendesak pemerintah untuk memperhatikan pesantren. Menurutnya, banyak pesantren di Indonesia yang belum memenuhi standar kesehatan penanggulangan virus Corona.

"Bayangkan, ada 28 ribu pesantren yang di dalamnya terdapat 18 juta santri di seluruh Indonesia. Dan ada 1,5 juta pengajar dan jutaan masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonominya dari lembaga pendidikan ini. Sebagian besar sarana dan prasarana di pesantren belum memenuhi standar protokoler kesehatan di pandemic COVID-19. Ini perlu diperhatikan," ujarnya lewat sambungan telepon, Kamis (28/5/2020).


Tommy Kurniawan meminta pemerintah mengulurkan dana ke seluruh pesantren. Ia ingin santri dan pengajarnya bisa sehat dan terhindar dari Corona.

"Pemerintah perlu memberikan alokasi anggaran di setiap pesantren untuk memenuhi standarisasi protokol kesehatan. Alat kesehatan, tenaga medis, dan lain sebagainya untuk menjaga kesehatan para santri dan juga pengajar serta pekerja di dalamnya," tuturnya.

Suami Lisya Nurrahmi itu percaya pemerintah tak melupakan pesantren. Ia memang juga sudah kesal dengan Corona yang tak kunjung lenyap.

"Protap buku kecil di saku saya rasa penting diadakan, agar setiap santri dan pengajar di pesantren bisa terus membawa. Alokasi anggaran APBN dan APBD penting untuk disalurkan ke pesantren selama new normal ini. Saya yakin pemerintah pusat dan daerah akan memperhatikan hal ini," katanya.



Simak Video "Cegah Corona, Ponpes Salafiyah Polman Pulangkan 700 Santrinya"
[Gambas:Video 20detik]
(mau/nu2)