Eno Lerian Bantah Keterlibatan Pihak Ketiga
Selasa, 20 Des 2005 21:33 WIB
Bandung - Dwi Retno Rahastri Lerian atau akrab dipanggil dengan Eno Lerian mengaku dirinya dan Muhammad Nayaka Untara tidak bisa menjalankan konsekuensi akibat pernikahan. Akibatnya, tak ada jalan lain yang bisa ditempuh kecuali bercerai. Permasalahan lain yang menyebabkan retaknya pasangan muda ini adalah sulitnya komunikasi di antara mereka."Saya tidak mau menyesali. Tuhan tengah mencoba kita. Mudah-mudahan setelah kejadian ini semuanya jadi lebih baik. Yang terpenting anak saya bisa tumbuh dengan baik," ungkap Eno Lerian saat jumpa pers di Cafe Resep Moyang, Jalan Pahlawan, Selasa, (20/12/2005) di Bandung.Ia mengaku dirinya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjadi pasangan yang baik selama menemani Nayaka. Namun selama menjalankan proses pernikahan tersebut, tak jarang dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan yang pelik. Eno Lerian enggan bercerita banyak penyebab utama hingga menyebakan retaknya pernikahan mereka.Saat jumpa pers tidak tampak raut sedih yang mewarnai wajah manis Eno Lerian. Eno Lerian menjawab pertanyaan wartawan infotainment dengan serius. Menurutnya, langkah untuk bercerai sudah dibicarakan dengan matang. Muhammad Nayaka menurutnya sudah cukup dewasa dalam mengambil sikapnya. Langkah untuk bercerai juga telah disepakati oleh kedua orang tua masing-masing.Ia menegaskan rumor penyebab retaknya pernikahan bukan disebabkan oleh keterlibatan orang lain. Ia juga membantah bahwa retaknya pernikahan bukan disebabkan oleh perhatian orang tua Muhammad Nayaka yang berlebihan."Saya tegaskan, tak ada keterlibatan siapa pun dalam persoalan ini. Saya mencintai keluarga Nayaka. Mereka sudah saya anggap sebagai orang tua saya. Mereka juga telah menganggap saya sebagai anak mereka," ungkap Eno.Mantan penyanyi lagu anak-anak ini berharap agar permasalahan perceraian ini tidak menyebabkan putusnya hubungan antara kedua belah pihak.Menurutnya, komunikasi dengan orang tua Nayaka masih di rawat dengan baik. Tiap punya waktu luang dirinya selalu menyempatkan diri untuk kirim pesan pendek dengan orang tua Muhammad Nayaka. (yns/)











































