Bom Yordania
Indonesia Kehilangan Musisi Jazz Senior
Kamis, 10 Nov 2005 19:48 WIB
Jakarta - Ledakan bom di Yordania menyisakan duka mendalam bagi para pecinta musik jazz di Indonesia. Bassist jazz senior Perry Pattiselanno tewas saat sedang mempertunjukkan kebolehannya. Kabar kepergian Perry diterima detikhot dari pengamat sekaligus wartawan musik Remy Soetansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (10/11/2005) petang. Perry Pattiselanno, bassist jazz senior, meninggal dunia td mlm di Amman-Jordania. Beliau mnjd korban bom bunuh diri di kafe tmpt beliau n musisi INDO bermain. Bung Perry meninggal sktika di atas pentas dg memegang bassnya. Musisi2 n pnyanyi lain, slamat....Pesan singkat serupa juga diterima musisi jazz kenamaan Indra Lesmana. Menurut Indra, sejak Kamis (11/10) pagi ia sudah tahu Perry sedang bermain di Grand Hyatt Hotel saat ledakan terjadi. Namun ia tak tahu apakah Perry jadi korban atau tidak. "Belum tau detilnya. Tapi jam empat ada kabar beliau meninggal," ujar Indra yang dihubungi detikhot melalui telepon. Musisi beralis tebal ini pun mengenang sosok Perry yang dikenalnya sejak tahun 1970-an. "Saya kenal Mas Perry sejak kecil. Pertamakali main bareng di TIM tahun 1976. Waktu itu umur saya 10 tahun," kenangnya. Perry adalah pemain bass yang stabil. Jarang ada musisi jazz legendaris di Indonesia yang seperti dia. Secara pribadi, ia sangat kalem dan peduli dengan lingkungan sekitar. Demikian penilaian Indra. Indra menambahkan, bom yang terjadi di Yordania lebih berdampak dibanding serangkaian bom yang lebih dulu meledak di Indonesia. "Ngga nyangka aja bisa terjadi di sana. Orang lagi menghibur kok kena bom."Sampai berita ini diturunkan, Indra belum mendapat informasi kapan jenazah Perry akan tiba Indonesia. (ine/)











































