DetikHot

celeb

Jadi Ikon Partai, Baim Wong Langgar Perjanjian dengan Manajemen Artis

Jumat, 12 Apr 2019 19:28 WIB  ·   Hanif Hawari - detikHOT
Jadi Ikon Partai, Baim Wong Langgar Perjanjian dengan Manajemen Artis Foto: Ismail/detikFoto
Jakarta - Kabar tak menyenangkan sedang meliputi kehidupan Baim Wong. Aktor sekaligus presenter kocak itu disebut telah melanggar perjanjian terhadap manajemen artis bernama
PT MMI / QQ Production.

Awalnya, pada 2018, Astrid QQ sebagai CEO menawarkan Baim Wong masuk dunia politik melalui manajemen yang ia kelola. Saat itu, ia berencana menjadikan suami Paula Verhoeven tersebut sebagai calon legislatif (Caleg).

"Saya satu-satunya manajemen yang berani memainkan artis menjadi seorang calon legislatif. Sejak 2013 saya lakukan ini, di 2013 yang berhasil ada Krisna Mukti," ujar Astrid QQ saat menggelar jumpa pers di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/4/2019).

Baim Wong nantinya akan diberikan dana oleh partai yang dilobi oleh Astrid QQ. Menurut kesepakatan, dana itu kemudian dibagi ke Astrid QQ sebanyak 10% sebagai upah menjadi jembatan antara artis dan partai politik.



Hal itu, kata Astrid QQ, sudah disepakati oleh Baim Wong sejak Mei 2018.

"Dan lucunya, kita bertemu pertama kali di Plaza Indonesia waktu itu (bulan Mei), di situlah terjadi komitmen 'oke Baim, sekian-sekian'," ucap Astrid QQ.

"Besoknya pagi Baim ketemu dengan orang memberikan dana ke Baim. Dua tiga hari saya tanya 'Baim bagaimana hasilnya?' akhirnya dia bilang 'mereka senang akhirnya saya masuk dan bergabung'," sambungnya lagi.

Namun belakangan, aktor film 'Hujan Bulan Juni' itu tiba-tiba membatalkan kesepakatan berbasis kepercayaan tersebut. Astrid QQ mengungkap bahwa Baim Wong secara mendadak tak bersedia menjadi caleg.

Astrid QQ kemudian merasa dibohongi karena Baim Wong ternyata tetap terlibat di partai tersebut. Bukan sebagai caleg, lelaki berusia 37 tahun itu aktif sebagai ikon kampanye di daerah Jawa Tengah.

"Bukan sebagai caleg, tapi sebagai brand atau sebagai supporting untuk daerah Jawa tengah. Icon dari partai tersebut untuk daerah Jogja dan sekitarnya," kata Astrid QQ.

"Nggak jadi bergabung (sebagai caleg), tapi dia membohongi kami. Tapi fotonya terpampang di sosial media. Benar dia tidak caleg, dia mengundurkan diri, tapi dia ikon," sambungnya.

Permintaan Astrid QQ dalam kasus ini sebenarnya sederhana. Ia meminta persenan yang menjadi haknya pada Baim Wong. Karena Baim telah menerima uang sebesar Rp. 5 miliar dari partai tersebut.

Astrid QQ lantas berhak mendapat 10 persen dari dana tersebut atau sebesar Rp 500 juta.



Meski tak ada hitam di atas putih, Astrid QQ berani membuktikan adanya perjanjian itu melalui rekaman percakapannya dengan Baim Wong.

"Baim 20% tapi terakhir ditawar sama Baim jadi 10%. Saya rasa berpegang pada kata-kata di WA terkahir ya," paparnya.

Tak hanya Baim Wong, Astrid QQ juga memiliki permintaan dengan kasus serupa pada Lucky Perdana. Bedanya, Lucky Perdana diberi dana sebesar Rp 3 miliar oleh partai terkait.

"Iya, 20% kalau Lucky, tidak ada penawaran. (Sudah) Ngasihnya 50 juta, jadi masih ada 650 juta," tukas Astrid QQ.
(hnh/nkn)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed