Ditanya Foto Telanjang, Artika Menangis

Ditanya Foto Telanjang, Artika Menangis

- detikHot
Minggu, 12 Jun 2005 14:54 WIB
Ditanya Foto Telanjang, Artika Menangis
Jakarta - Penolakan sejumlah organisasi Islam terhadap keikutsertaan Artika Sari Devi di ajang Miss Universe 2005 bukan satu-satunya tekanan yang harus dihadapi Putri Indonesia 2004 itu. Kabar yang menyebutkan kalau foto topless Artika beredar di internet juga sempat membuat gadis berusia 24 tahun itu merasa down. "Sewaktu malam final, sesaat sebelum naik panggung, melalui SMS dari sahabat, saya mengetahui ada foto-foto itu," ujar Artika dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (12/6/2005). Benarkah itu foto Artika? Sambil menangis Artika berkata, "Saya sangat percaya itu bukan gambar saya."Artika mengaku ia sudah melihat foto topless dua orang wanita yang salah satunya dikabarkan adalah dirinya. Foto tersebut diambil di sebuah dress room yang diduga adalah dress room ajang Miss Universe 2005. Selain ada dua orang wanita yang sedang topless, ada juga seorang lelaki yang tak jelas siapa. "Dress room itu bukan yang ada di kegiatan Miss Universe. Dan saya tegaskan, yang boleh masuk ke dalam dress room hanyalah seluruh kontestan dan supervisor. Dan semuanya adalah wanita. Saya tidak mengenal wajah yang diakui sebagai saya. Saya sangat yakin itu bukan saya," jelas Artika sambil sesekali mengambil nafas. Artika yang masih berstatus mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada itu mengaku ia sempat sangat sedih dan tertekan. Namun berkat dorongan orang-orang terdekatnya, Artika mampu bertahan. Ketua Yayasan Putri Indonesia Wardiman Djojonegoro adalah salah satu orang yang mendukung Artika. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu yakin 100 persen kalau foto topless yang beredar adalah hasil rekayasa."Hacker Indonesia memang hebat-hebat. Tapi kalau hasil karyanya untuk memperkeruh suasana, saya tidak bangga," ujar Wardiman saat jumpa pers tersebut. Ketika ditanya apa yang akan diperbuat Yayasan Putri Indonesia terhadap penyebar foto tersebut, Wardiman mengaku tak bisa berbuat apa-apa. "Kita tidak tahu siapa yang bikin. Mau bergerak tapi tanpa mengetahui siapa pelakunya kan susah." (ine/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads