"Walaupun ada yang bantuin tapi tetap saja aku selalu pantau, semua ada di dalam pengawasan aku. Aku marah kalau main sama susternya, tapi susternya diam saja nggak diajarkan apa gitu dan juga nggak ngomong," cerita Marwa saat ditemui di Trans TV, Jakarta Selatan, Selasa (26/4/2016).
Meski begitu, ternyata Marwa pernah menangis saat melihat dan berbicara dengan anak pertamanya. Ia merasa anak pertamanya masih sangat kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, Marwa juga sangat piawai dalam menjaga perasaan anak pertamanya. Ia tidak ingin anak pertamanya itu cepat bosan dalam bermain.
"Abangnya sudah 3 tahun cemburunya sama adiknya sudah lengkap. Jadi saya menjaga bagaimana agar dia tetap bermain dengan happy tanpa harus cemburu dengan adiknya. Dia suka bola dan lari-larian jadi ya biarkan bermain seperti itu tapi tetap dalam pengawasan," urai Marwah.
Lantas apakah Marwa membagi tugas dengan sang suami?
"Tetap bantu dan bermain sama abi, tapi kalau abinya sabarnya sudah habis ya diserahkan ke aku," terang Marwa. (wes/mmu)











































