Kata Tina Toon Soal Rentannya Bully-an di Media Sosial

Kata Tina Toon Soal Rentannya Bully-an di Media Sosial

- detikHot
Rabu, 13 Mei 2015 17:48 WIB
Kata Tina Toon Soal Rentannya Bully-an di Media Sosial
Jakarta -

Siapa tak suka jika curhat di dunia maya tapi bebas dari bully-an atau cibiran? Kini ada Persona buatan Indonesia --sejenis aplikasi Secret-- yang merupakan aplikasi chatting bebas bully.

Sejumlah selebriti pun menyambut baik adanya aplikasi tersebut. Penyanyi Tina Toon menyambut kehadiran Persona karena menurutnya dunia maya saat ini memang rentan cibiran.

Mantan penyanyi cilik itu mengaku terkadang punya alter ego di dunia maya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sometimes iya, tapi nggak terlalu sering. Tapi kalau kode suka sih, sekarang kadang-kadang," buka Tina kepada detikHOT, Rabu (13/5).

Ups! Foto Nakal dengan Bella Shofie, Pria Ini Juga Mesra dengan Cewek Lain


Tina melihat, publik di jagat maya memang punya banyak karakter. Karena itu ini bisa menjadi wadah bagi netizen 'berkoar-koar'.

"Sebenarnya bisa bebas ungkapin kekecewaan, marah, sedih. Positifnya mungkin bisa mengurangi bully di sosmed meski nggak jaminan juga," sahut Tina.

Bicara Persona tak lepas dari para kreatornya, Habibi Rizqi Ramadhan, Asyraf Duyshart, Gujarat Santana dan Fachri. Saat ini aplikasi ini sudah di-download oleh hampir tujuh ribu pengguna Google Play ini.

"Alasan aplikasi ini anonymous agar user dapat mengekspresikan perasaan tanpa perlu takut identitas atau rahasianya terbongkar. Kita memang tidak dapat menghentikan remaja Indonesia untuk bersosial media nam kita dapat memberikan media sosial yang lebih berproduktif dan bermanfaat," kata Habibi.

Habibi menjelaskan aplikasi Persona ini hadir dengan menciptakan ekosistem chatting yang memungkinkan para user dapat saling berbagi tanpa ada sekat.

Dalam hal ini, user bisa sharing tulisan maupun gambar. Remaja berdarah Minangkabau ini juga menegaskan dalam aplikasi ini para user diciptakan dan didorong ke dalam iklim yang positif selama proses berbagi.

"Sebelum membangun Persona, kami sudah berdiskusi juga dengan Kak Seto dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia tentang bagaimana caranya mengurangi bully di sosial media. Itulah mengapa aplikasi Persona ini diharapkan bisa membuat orang tua merasa tenang bagi anak-anak mereka yang menggunakan aplikasi yang kami buat ini," tuturnya.

"Sharing secara private inilah yang kelak membuat obrolan menjadi lebih efektif serta sesuai dengan apa yang diharapan para user. Paling tidak mereka tidak akan di-bully ketika curhat," tuturnya.

(kmb/kmb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads