Namun hal tersebut tidak menjadikannya kapok untuk berbisnis. Wanita kelahiran Denpasar, 26 Agustus 1983 itu justru menjadikan kegagalannya sebagai pelajaran agar tidak terulang di kemudian hari.
"Lebih hati-hati lagi, belajar bisnis juga. Dulu kan cuma percaya saja. Taruh duit, eh malah nggak balik. Sekarang lebih dibaca sistem kerjasamanya gimana," ungkapnya saat ditemui di Third Eye Studio, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (6/5/2014).
Soal bisnis, Luna mengaku saat ini tak lagi mudah percaya dengan sembarang orang. Bahkan untuk membuat brand parfum miliknya yang sebentar lagi akan launching, Luna memilih untuk turun tangan sendiri.
"Kalau dulu mungkin manajemen aku yang dulu nggak teliti. Aku sekarang turun tangan sendiri. Coba wanginya satu-satu, namanya juga. Aku mau nunjukin, kalau ini brand saya, ini punya saya, saya yang desain semua," tuturnya.
Sayangnya, untuk bisnisnya kali ini Luna tidak mau buka-bukaan soal modal yang ia gelontorkan. "Kisaran berapa ya? Nggak tahu lah. Belum tahu, karena kan kita belum masuk ke proses pembuatannya," tutupnya.
(dar/kmb)











































