Bahkan, saat hujan deras tiba beberapa waktu lalu di Ibukota, rumah orangtua Puput terendam sampai sepinggang orang dewasa. UGB pun dibuat panik dengan keadaan mertuanya tersebut.
"Ya soalnya saat itu saya lagi di Denpasar, Bali. Makanya nih saya mau tahu kondisi mertua, sekalian silaturahmi," ujarnya saat ditemui di kawasan Ciledug Indah, Tangerang, Rabu (22/1/2014) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tak hanya mengunjungi sanak keluarganya, ustad 31 tahun itu juga memberikan bantuan kepada korban banjir lainnya. Tak hanya satu tempat, UGB juga pergi ke samping komplek perumahan mertuanya untuk menyumbangkan bantuannya bersama teman-teman masa kuliahnya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran.
"Sumbangannya berupa makanan, obat-obatan, termasuk dana pasca banjir. Karena takutnya ada penyakit-penyakit yang kena ke masyarakat. Di Yogya, Solo udah juga. Sekarang fokus di Jakarta yang banjirnya meluas," paparnya
UGB menilai bencana banjir atau apapun itu patut dijadikan pelajaran untuk tiap hamba Allah intropeksi diri. Ia juga berharap pemerintah bisa meniru negara Kincir Angin, Belanda dalam mengatasi banjir.
"Kita contoh Belanda yang di bawah air laut, bisa tidak banjir. Kenapa kita tidak mengadopsi hal tersebut tentang masalah perairan. Ini juga pelajaran pemerintah agar memperhatikan waduk agar tidak banjir," tandas UGB.
(mau/mmu)











































