Dhani diketahui beralasan sakit dan hany mengirim utusan bernama Memet untuk bertemu belasan korban kecelakaan di Bapas. Namun salah satu korban, Juheri mengaku cukup puas bisa menumpahkan uneg-uneg kepada utusan Dhani.
"Setidaknya uneg-uneg atau pendapat dari pihak kami otomatis sudah ditampung. Mas Memet menampung aspirasi atau pendapat yang kami bawa. Otomatis kita ada terobatilah setidaknya dengan pertemuan ini. Nanti ada pertemuan kedua, entah dijadwal kapan nanti, kita sama-sama menunggu," urai Juheri ditemui di Bapas, Kemenkumham, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban kecelakaan Dul tersebut rata-rata mengaku khawatir dengan kondisi pasca kecelakaan, mereka tak bisa bekerja seperti sedia kala. Juheri mengaku bahkan tak bisa beraktivitas seperti biasa akibat kecelakaan tersebut.
"Saya nggak bisa beraktivitas. Saya mengharapkan bisa bekerja atau usaha lagi," terang Juheri yang mengaku biasa mendapatkan gaji Rp 4 juta per bulan.
Namun, ada kabar Dhani sempat mengutarakan akan bertanggung jawab bila para korban tak bisa kembali bekerja. Salah satu solusinya yakni menawarkan korban kecelakaan Dul untuk bekerja dengannya.
"Secara lisan pernah bercanda mas Dhani bicara soal itu," ucapnya.
Selama ini Juheri mengaku Dhani cukup bertanggung jawab dengan memberi santunan. Hanya saja, jumlah tersebut masih dirasa belum cukup jelas. Karena itulah, pertemuan ini diadakan.
"Untuk sementara (jumlah santunan) belum (sesuai). Jumlah itu dipukul rata karena kita kan akan ada lagi pertemuan setelah ini untuk dibicarakan," tandas Juheri.
(kmb/nu2)











































