Benarkah Sejak Awal Hasil Pemeriksaan Raffi Ahmad Negatif Pakai Narkoba?

- detikHot
Selasa, 05 Mar 2013 18:29 WIB
Jakarta - Kabar baru mengenai kasus narkoba Raffi Ahmad tiba-tiba mencuat. Kali ini kuasa hukum Raffi, Hotma Sitompoel yang biasa bicara blak-blakan mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Menurut dia, hasil pemeriksaan yang dilakukan BNN dan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) terhadap kliennya itu negatif.

"Pada waktu diperiksa BNN, Raffi itu negatif. Darahnya, rambut, urine juga negatif. Kemudian dikirim ke RSKO, diperiksa negatif juga," ungkap Hotma menggebu-gebu saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2013).

"Dikatakan pimpinan RSKO bahwa Raffi tidak perlu direhab. Cukup dikasih nasihat, silakan berprestasi lagi. Raffi bukan pecandu, bukan pengguna karena semua negatif. Tetapi dalam suratnya itu dikatakan, kecenderungan bila menggunakan terus akan berbahaya," sambungnya.
Sementara saat jumpa pers di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (1/2/2013), Kepala Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto mengatakan, "Saudara R, usia 26 tahun, pekerjaan wiraswasta atau pekerja seni. Hasil pemeriksaan laboratorium positif menggunakan metilon. Status tersangka."

Raffi dimasukkan BNN ke panti rehabilitasi Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (18/2/2013). Hal itu juga yang membuat Hotma keberatan. Ia menegaskan, orang sehat seperti Raffi bisa berbahaya jika direhabilitasi.

"Jadi, kalau dibilang bahwa Raffi harus direhab, itu konotasinya dia orang yang tergantung dan pecandu. Ini yang kita lawan mati-matian," jelasnya.


Sidang praperadilan yang diajukan kuasa hukum Raffi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, memaparkan 12 kejanggalan dalam penangkapan hingga penetapan tersangka kepada Raffi Ahmad. Hotma pun meminta agar Raffi segera dibebaskan.

Namun permohonan mereka ditolak sehingga proses hukum terhadap presenter berusia 26 tahun itu tetap berjalan.

"Permohonannya ditolak oleh termohon, tanpa alasan hukum. Saya mau tanya, kalian harus tah betul saat BNN tangkap Raffi, dia tahu nggak methylone itu. BNN tahu zat itu dilarang UU? Waktu ditangkap, nggak ada yang tahu, termasuk Raffi," ujar Hotma.

Keluarga dan kuasa hukum Raffi kemudian mengadu ke Komisi III DPR untuk meminta bantuan hukum. Mendengar pemaparan yang disampaikan pihak keluarga dan kuasa hukum Raffi, Komisi III DPR mengatakan akan segera mengundang BNN untuk berdiskusi.

"Kami sudah mendengarkan pengaduan Pak Hotma dan keluarga Raffi. Agar berimbang kami merasa perlu meminta klarifikasi pihak BNN. InsyaAlloh dalam waktu dekat kami akan panggil BNN," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Almuzzammil Yusuf dalam keterangan persnya.
(nu2/mmu)