"Kita jadi lebih bijaksana, jadi lebih sabar," ujar Ariel dalam sebuah wawancara di rumah tahanan Kebonwaru, Bandung beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, hidup sebagai narapidana ternyata bisa membuat mata Ariel lebih terbuka lebar. Pelantun 'Tak Ada yang Abadi' itu pun seperti mendapat ilmu baru dari pergaulannya dengan para tahanan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pria yang pernah tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung itu punya satu musuh selama di penjara. Wah, siapa?
"Musuh utama itu jenuh ya, karena 24 jam dengan orang yang sama," tandasnya.
Bagaimana pun, Ariel mengakui dengan mendekam di penjara dirinya jadi lebih dekat kepada yang Yang Maha Kuasa. Ia seperti mendapat menemukan momen dan ruang untuk merenungkan kembali segala tindakan yang pernah dilakukannya.
(fkh/mmu)











































