Arifin Putra berbagi cerita soal perannya dalam series Istri Paruh Waktu yang mempertemukannya dengan Audi Marissa. Serial ini dijadwalkan tayang mulai 27 April 2026 di Netflix dan 28 April 2026 pukul 19.00 WIB di MDTV.
Dalam series tersebut, Arifin memerankan sosok Adimas, seorang suami dengan karakter yang penuh cinta terhadap keluarga namun selingkuh. Ia pun mengungkapkan seperti apa gambaran tokohnya.
"Ya, sosok suami yang mencintai istri penuh waktu ya, dan juga tentunya sangat menyayangi anak tercinta. Dan untuk sisanya ya harus nonton, kita saja harus nonton di Netflix dan juga di MDTV pastinya," kata Arifin Putra di MD Place Setiabudi, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin juga mengaku mendapat tantangan tersendiri saat beradu akting dengan para pemain lain yang dinilainya memiliki kualitas akting mumpuni.
"Oke, dengan cast ini ya, susahnya adalah untuk keep up dengan mereka. Karena semuanya bagus semua, benar-benar keren semua, benar-benar pada ngerti karakternya, ngerti ceritanya. Jadi pada dasarnya ya sudah, PR-nya banyak gimana untuk bisa mengimbangi mereka. Apalagi anak aku nih, luar biasa loh aktingnya. Kamu keren banget," ujarnya.
Sementara itu, Audi Marissa yang memerankan Riska mengaku sangat antusias dengan jalan cerita series ini. Ia bahkan menyebut dirinya selalu membaca naskah lebih dulu untuk mengetahui perkembangan cerita sebagai seorang perempuan yang tersakiti.
"Baru turun, aku langsung baca. Itu full aku baca. Jadi kalau misalkan orang nanya nanti episode 15 gimana? Gue tahu, gue tahu, ini nanti gini-gini-gini. Jadi gue sudah tahu dulu ceritanya gitu. Aku memang sudah beberapa kali mendapatkan karakter dan cerita perselingkuhan seperti ini, jadi seorang istri yang tersakiti," ungkap Audi.
Ia juga menilai Istri Paruh Waktu menghadirkan banyak kejutan yang emosional bagi penonton.
"Setiap baca skenario itu kayak ada lagi plot twist-nya, ada lagi yang bikin naik darah, ada lagi yang bikin geregetan. Gue yang baca saja tuh emosi, nggak tahu nanti kalau penonton mungkin sudah lempar sepatu ke TV. Itu yakin banget, sumpah seru banget," tambahnya.
Berbeda dari peran-peran sebelumnya, Audi merasa karakter Ariska yang ia mainkan kali ini lebih kuat dan tegas.
"Tapi di sini aku ngerasa karakter aku ini tidak dibuat seperti wanita-wanita yang lemah. Tapi aku dibuat di sini karakternya tuh benar-benar kuat, benar-benar pintar," jelasnya.
Menurutnya, karakter tersebut bisa menjadi contoh bagi perempuan dalam menghadapi konflik rumah tangga.
"Dia tuh berani dan nggak lemah, itu yang aku suka. Jadi aku benar-benar ngerasa kayak suka banget sama Riska, karakter aku di Istri Paruh Waktu," lanjut Audi.
Dari sisi produksi, Manoj Punjabi selaku produser dari MD Pictures menyebut series ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari drama pada umumnya.
"Yang biasanya terjadi di episode misalnya 30, atau treatment-nya kita nggak takut explore sesuatu yang lebih real lagi. Yang dalam hati orang yang suka biasanya kita nggak berani ucapkan, ada di sini," beber Manoj.
Ia juga menambahkan bahwa konflik dalam series ini dikemas lebih berani dan mendalam.
"Jarang punya hidden secret yang nggak berani dibicarakan, di sini kita bicarakan hal itu. Dan itu sangat penting banget. Jadi sebagai tontonan yang menarik, tapi ada sisi dalamnya yang cukup dalam kita bicarakan," katanya.
Selain itu, Manoj menyebut ritme cerita dibuat lebih cepat dengan banyak karakter dan subplot yang saling berkaitan.
"Speed-nya yang biasanya kami lakukan, ya ini dibawa ke sini pace-nya misalnya 7 atau 5, ini kita hajar di 9-10. Dan biasanya dari kita single plot paling 5-6 character, ini kita keroyokin 20 orang lebih di sini. Dan subplot-nya juga menarik lagi," jelasnya.
Istri Paruh Waktu mengangkat kisah rumah tangga Riska dan Adimas yang telah berjalan selama tujuh tahun. Sekilas tampak harmonis, namun perlahan muncul rahasia dan perubahan sikap yang menguji kekuatan pernikahan mereka. Penonton diajak menyelami dinamika rumah tangga, mulai dari kesetiaan, cinta, hingga komitmen yang tidak selalu mudah dijalani. Serial ini juga menyoroti bagaimana seseorang belajar mencintai pasangan dengan tulus di tengah konflik yang rumit.
(fbr/mau)











































