Bale mengetahui sosok aktivis yang tengah menjalani tahanan rumah, Chen Guangcheng saat berada di Negeri Tirai Bambu tersebut untuk mempromosikan film terbarunya 'The Flowers of War'. Aktor asal Inggris itu kemudian memutuskan untuk bertemu dengan sang aktivis secara langsung.
Namun ketika sampai di kawasan Dongshigu Village, pemeran Batman di 'The Dark Knight' itu dihalang-halangi beberapa petugas berseragam militer. "Mengapa aku tak bisa bisa bertemu orang ini (Chen)," ujarnya kepada petugas seperti dilansir The Sun, Sabtu (17/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ingin aku lakukan hanyalah ketemu orang itu (Chen), menjabat tangannya, dan mengatakan betapa dirinya sangat menginspirasi," ujar Bale.
'The Flowers of War' telah dirilis di China pada Jumat (17/12/2011) kemarin, dan seminggu kemudian di bioskop Amerika Serikat. Film yang disutradarai Zhang Yimou itu adalah film China termahal dengan biaya produksi mencapai US$ 94 juta atau sekitar Rp 849 miliar.
Film yang sebagian besar biayanya ditanggung Bank of China itu mendapatkan kritik dari beberpa pihak karena menyebarkan propaganda. Menggambarkan orang-orang China sebagai korban heroik, sementara orang Jepang sebagai 'one-dimensional cartoon villains'.
(ich/ich)











































