Akan Somasi Menteri, Ahmad Dhani Dianggap Kebakaran Jenggot

Akan Somasi Menteri, Ahmad Dhani Dianggap Kebakaran Jenggot

- detikHot
Rabu, 01 Des 2010 07:34 WIB
 Akan Somasi Menteri, Ahmad Dhani Dianggap Kebakaran Jenggot
Jakarta - Ahmad Dhani akan mensomasi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP) Linda Amalia Sari karena menobatkan Maia Estianty sebagai Duta Anti KDRT. Jika Dhani memang melakukan itu, ia dianggap sedang kabakaran jenggot.

Dhani keberatan penobatan Maia sebagai Duta Anti KDRT karena merasa difitnah. Sebagai mantan suami, ayah tiga anak itu membantah melakukan KDRT kepada Maia.

Ia pun akan mempertanyakan hal tersebut pada tiga pihak, yaitu Maia, Meneg PP, dan Federasi LBH APIK Indonesia (LBH yang memilih Maia sebagai duta KDRT). Jika mereka menjawab alasan memilih Maia sebagai Duta Anti KDRT karena pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga, Dhani akan mensomasi mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar rencana Dhani itu, Koordinator Federasi LBH APIK, Nursyahbani Katjasungkana menganggap Dhani salah alamat. Menurutnya penunjukkan Maia sebagai duta, tidak ada hubungannya dengan pentolan band Dewa 19 itu.

"Tidak ada point untuk somasi dan lain-lain. Tapi silahkan saja, kan hak dia juga toh. Tapi apa alasannya? Kan nggak ada hubungannya dengan dia? Aneh kan? Bahwa Maia mengalami KDRT itu kan sudah lapor polisi. Jauh dia dinobatkan sebagai duta? Kok sekarang dia ribut, istilahnya kebakaran jenggot," kata Nursyahbani saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Selasa (30/11/2010)

Lebih jauh Nursyahbani memaparkan alasannya memilih personel 'Duo Maia' itu sebagai Duta Anti KDRT. Selain Maia mengaku pernah mengalami KDRT, ibu tiga anak itu juga dinilai sebagai perempuan yang tegar dalam menghadapi hidup.

"Namun demikian dia tetap tabah menjalani proses hukum. Tidak membalas dengan kasar, melainkan tetap sopan sambil menunggu putusan MA baik tentang perceraiannya, maupun tentang hak pengasuhan anaknya. Dia juga tidak egois, tidak ingin menjadi satu-satunya pengasuh," tutup Nursyahbani.

(ebi/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads