"Saya tidak menendang Agung," ujar Ananda dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl. Gajah Mada, Kamis (2/4/2009).
Dalam kesaksiannya Ananda menceritakan bagaimana ia bisa hadir di kantor Marcella saat polisi melakukan penangkapan pada 3 Desember 2008. Saat itu sekelompok polisi mendatangi kantor Marcella di kawasan Cikini, Jakarta Pusat karena mendengar ada kasus penculikan di kantor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada 2 Desember 2008 malam, ia mengobrol dengan Marcella ditelepon. Kakak Olivia Zalianty itu meminta tolong padanya untuk mentransfer uang Rp 100 ribu pada salah satu karyawannya, Rully untuk mengisi bensin.
Ketika itu Ananda langsung pergi ke sebuah ATM di kawasan Jagorawi, Jawa Barat. Ia mentransfer sebanyak Rp 700 ribu. Kenapa lebih banyak dari yang diminta?
"Rp 100 ribu itu tidak masalah untuk saya. Saya mengira mobil saya saja diisi (bensin) Rp 300 ribu," jelasnya menjawab pertanyaan jaksa.
Pada 3 Desember 2008, Ananda kemudian mendatangi kantor Marcella. Saat itu orang yang ditunggunya belum datang. Ia juga tidak tahu kalau Agung ternyata ada di kantor Marcella.
"Saya tidak tahu muka Agung. Saya lihat orang, saya kira dia itu pemain film yang sedang dikerjakan Marcella," tutur Ananda lagi. Kakak Moreno Soeprapto itu baru tahu kalau yang dilihatnya adalah Agung setelah 10 menit berlalu.
"Saya tanya sama Agung, selama ini ke mana saja. Dia bilang dia ke luar kota dan dia mengakui kesalahannya," tandasnya. (eny/eny)











































