Black Clover Laku Terjual 18 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia

ADVERTISEMENT

Black Clover Laku Terjual 18 Juta Eksemplar di Seluruh Dunia

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 04 Nov 2022 19:24 WIB
Manga Black Cover
Foto: Istimewa
Jakarta -

Penerbit Shueisha mengumumkan manga Black Cover sukses terjual sebanyak 18 juta eksemplar di seluruh dunia. Komik yang diciptakan oleh Yuki Kabata itu, cetakan buku volume kompilasi ke-33 bakal beredar akhir pekan ini di Jepang.

"Manga Black Cover terjual 18 juta kopi di seluruh dunia, termasuk salinan cetak dan digital. Volume ke-33 akan dikirimkan mulai Jumat pekan ini," tulis keterangan Shueisha, Jumat (4/11/2022).

Yuki Kabata meluncurkan manga Black Cover di majalah mingguan Shonen Jump mulai Februari 2015. VIZ Media merilisnya secara digital dan cetak. Aplikasi MANGAPlus Shueisha juga menerbitkannya secara digital kepada pembaca seluruh dunia.

Pada Mei 2021, manga ini memiliki jumlah penjualan lebih dari 15 juta kopi yang beredar di seluruh dunia.

April lalu, Black Cover mengalami hiatus selama 3 bulan. Sang komikus disebut menyiapkan busur atau saga terakhir. Pada 1 Agustus, Black Cover kembali terbit.

Adaptasi anime ditayangkan perdana di Jepang pada Oktober 2017. Versi ini awalnya terdaftar dengan 51 episode, tapi berlanjut ke musim baru dengan episode 52 pada Oktober 2018, lalu menuju musim baru pada Oktober 2019.

Pada Juli 2020 setelah hiatus, manga Black Cover kembali tayang sampai Maret 2021.

Dalam sebuah wawancara, komikus Yuki Tabata sedang sibuk mengobrol dengan penggemar dan menjawab sebuah surat yang menceritakan tentang karakter yang diciptakan. Asta disebut sebagai pahlawan shonen (komik khusus untuk pembaca laki-laki) terbaik.

Kisah muasalnya dibagikan oleh sang komikus saat ia menulis surat kepada penggemarnya yang baru-baru ini tersebar di jagat maya.

Surat panjang itu menjelaskan alasan pertama ia mengenal dunia komik dan betapa pentinya Dragon Ball dalam perkembangannya.

"Sebagai anak TK, saya suka menggambar Dragon Ball. Kemudian saya belajar dan selalu membaca majalah komik Shonen Jump dan bagaimana caranya menjadi seorang mangaka," katanya lagi.

Saat itu, Yuki Tabaka berpikir pekerjaan sebagai komikus adalah profesi terbaik. Akhirnya, dia pun memutuskan untuk menjadi mangaka.

"Saya dulu menggambar gambar seperti manga Dragon Ball dan Yu Yu Hakusho di atas kertas dengan pensil. Lalu merekatkan dan menstaplesnnya menjadi satu untuk menjadi volume tersendiri," tukasnya.



Simak Video "One Piece Masih Jadi Manga Terlaris"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT