Annie Ernaux: Saya Akan Berjuang sampai Napas Terakhir Bela Perempuan

ADVERTISEMENT

Annie Ernaux: Saya Akan Berjuang sampai Napas Terakhir Bela Perempuan

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 07 Okt 2022 19:38 WIB
PARIS, FRANCE - OCTOBER 06: French author Annie Ernaux gives a press conference as she wins Nobel Prize in Literature on October 06, 2022 in Paris, France. She was cited for the courage and clinical acuity with which she uncovers the roots, estrangements and collective restraints of personal memory. (Photo by Marc Piasecki/Getty Images)
Foto: Getty Images/Marc Piasecki
Jakarta -

Kemenangan Annie Ernaux menjadi peraih Nobel Sastra 2022 membawa nama harum negara asalnya. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pun memuji karya-karyanya yang telah menyebar selama lebih dari 5 dekade.

"Annie Ernaux telah menulis selama 50 tahun berbagai novel kenangan kolektif dan intim dari negara kita," cuit Presiden Prancis, Emmanuel Macron, seperti dilihat detikcom.

Dia juga mengatakan suara Annie Ernaux adalah suara kebebasan perempuan. "Suara yang terlupakan di abad ini," sambungnya.

Sementara Presiden Emmanuel Macron memuji kemenangannya di Nobel Sastra, tapi sang novelis pernah mengkritiknya habis-habisan. Annie Ernaux pernah mencemooh latar belakang sang presiden di bidang perbankan dan masa jabatan pertamanya juga gagal memajukan perempuan di Prancis.

Buku-buku sang peraih Nobel Sastra 2022 itu menyajikan berbagai potret apa adanya perempuan yang ada di Prancis. Dia menuangkan pemikirannya yang paling intim dalam hidup, soal hubungan seksual, penyakit, dan kematian orang tuanya.

Annie Ernaux juga menulis pengalamannya saat melakukan aborsi ilegal di tahun 1961. Saat itu, Prancis belum melegalkan hak perempuan untuk aborsi.

Dia menuliskannya ke dalam autobiografi yang berjudul Cleaned Out. Setelah hampir 50 tahun menjadi feminis dan membela hak-hak perempuan, Annie menuturkan perempuan masih saja terbelenggu.

"Saya akan berjuang sampai napas terakhir, agar perempuan bisa memilih menjadi seorang ibu atau tidak. Itu hak fundamental," tutur Annie Ernaux saat konferensi pers pertamanya di Prancis usai mendengar pengumuman Nobel Sastra 2022.

Ketua Komite Nobel Sastra, Andre Olsson, mengatakan Annie Ernaux tidak takut untuk mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi.

"Dia menulis tentang hal-hal yang tidak ditulis orang lain, misalnya aborsi, kecemburuannya, pengalamannya sebagai kekasih yang ditinggalkan, dan lain-lain. Maksud saya, pengalaman ini sangat sulit," ucapnya usai pengumuman yang disiarkan secara langsung, kemarin.

"Dia memberikan kata-kata untuk pengalaman ini yang sangat sederhana dan mencolok. Itu adalah buku-buku pendek, dan itu mengharukan," pungkasnya.



Simak Video "Novelis Abdulrazak Gurnah Raih Nobel Sastra 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT