Hakim Tolak Jaminan Penikam Salman Rushdie, Didakwa Percobaan Pembunuhan

ADVERTISEMENT

Hakim Tolak Jaminan Penikam Salman Rushdie, Didakwa Percobaan Pembunuhan

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 19 Agu 2022 11:47 WIB
Hadi Matar, 24, center, arrives for an arraignment in the Chautauqua County Courthouse in Mayville, N.Y., Saturday, Aug. 13, 2022. Matar, who is accused of carrying out a stabbing attack against “Satanic Verses” author Salman Rushdie has entered a not-guilty plea in a New York court on charges of attempted murder and assault. An attorney for Matar entered the plea on his behalf during an arraignment hearing.  (AP Photo/Gene J. Puskar)
Foto: AP/Gene J. Puskar
Jakarta -

Terdakwa penyerangan dan percobaan pembunuhan terhadap Salman Rushdie, Hadi Matar (24 tahun) berada dalam tahanan. Dalam sidang pembelaan di New York, hakim diketahui menolak memberikan jaminan kepadanya.

Hadi Matar muncul dalam ruang sidang di New York setelah juri agung mendakwanya dengan banyak tuduhan. Dia bergegas naik ke atas panggung di Chautauqua Institution dan menikam Salman Rushdie beberapa kali di depan banyak orang sampai membuat mereka ketakutan.

Pria yang mengenakan seragam penjara hitam putih itu terdiam selama persidangan. Pengacaranya, Nathaniel Barone juga diketahui meminta hakim agar melepaskannya sambil menunggu jadwal persidangan berikutnya.

"Dia tidak punya catatan kriminal dan tidak akan melarikan diri dari negara itu jika dibebaskan," ungkap Nathaniel Barone, dilansir dari AP, Jumat (19/8/2022).

Barone juga meminta hakim untuk melakukan sesuatu untuk menghentikan wartawan menghubungi kliennya selama berada di penjara.

"Penjara telah menerima ratusan panggilan telepon dari orang yang mencoba menghubungi Matar," tegasnya.

Sidang dakwaan terhadap Hadi Matar digelar kedua kalinya pada Kamis (18/8) kemarin di Gedung Pengadilan Chautauqua County di Mayville, New York. Hadi Matar ditangkap pada 12 Agustus setelah menikam penulis The Satanic Verses itu sampai 15 kali.

The New York Post adalah salah satu media yang berhasil mewawancarai Hadi Matar di dalam bui. Dalam pengakuan Hadi Matar, ia mengatakan tidak menyukai sang novelis dan memuji mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Khomeini diketahui mengeluarkan dekrit mati kepada Salman Rushdie pada 1989 atau setahun setelah penerbitan The Satanic Verses. Novel keempat itu dianggap melecehkan umat Muslim dan menghujat Nabi Muhammad.

Pengacara Hadi Matar juga mengeluhkan liputan media berpotensi kepada penilaian yang bias.

"Dia berhak diadili di pengadilan yang ada. Dia berhak atas proses hukum, tidak peduli apa yang dituduhkan," kata Barone.

Hakim David Foley menolak permintaan tersebut. Tapi ia memerintahkan para pengacara yang terlibat untuk tidak memberikan wawancara kepada media.

"Tidak boleh bicara kepada pers sampai kami (persidangan) menyelesaikan masalah ini," kata hakim.

Saat ini kondisi Salman Rushdie mulai membaik. Dia dikabarkan sudah lepas ventilator dan bisa berbicara beberapa patah kata sampai bercanda. Pria berusia 75 tahun itu sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pennsylvania atas luka yang dialaminya.



Simak Video "Tampang Hadi Matar, Pelaku Penusukan Salman Rushdie"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT