Seluk Beluk Pasukan Buzzer Terungkap di Novel Chang Kang-myoung

ADVERTISEMENT

Seluk Beluk Pasukan Buzzer Terungkap di Novel Chang Kang-myoung

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 28 Jul 2022 16:40 WIB
Festival Ruang Tengah
Foto: Istimewa
Jakarta -

Festival literasi Ruang Tengah yang digelar sejak akhir pekan lalu menampilkan salah satu narasumber, Chang Kang-myoung asal Korea Selatan. Lewat novelnya, dia berbagi kepada pembaca Indonesia tentang dunia buzzer yang ada di negeri Ginseng.

Chang Kang-myoung menerbitkan buku berjudul Pasukan Buzzer atau Comments Army. Dia menuliskan cerita soal Tim Aleph yang bekerja sebagai jasa penyedia promosi dan endorsement di internet. Mereka bertugas menyebarkan komentar negatif di media sosial dan website pada produk target.

Suatu hari Tim Aleph mendapat tawaran uang yang sangat besar untuk melakukan hal-hal yang tampaknya sepele di internet. Siapa sangka "tugas" itu ternyata menyeret ketiga pemuda ini dalam permainan politik berbahaya dengan nyawa sebagai taruhannya.

Selaras dengan novelnya, Chang Kang-myoung banyak menjelaskan bagaimana seorang buzzer bisa merekayasa tokoh. Mereka menciptakan 'orang' dengan identitas tertentu di dunia maya yang seolah benar-benar ada di dunia nyata.

"Padahal aslinya tidak jelas sebenarnya siapa orang itu," jelas Juliana Tan, editor bidang fiksi Gramedia Pustaka Utama.

Chang Kang-myoung memulai kariernya sebagai penulis setelah mendapatkan Penghargaan Sastra Hankyoreh untuk novelnya yang berjudul The Bleached pada 2011. Tahun-tahun selanjutnya, ia sering menyabet berbagai penghargaan lain dari tulisannya. Tak heran jika dalam novel Pasukan Buzzer ini, dia sangat pawai membawakan cerita interogatif sehingga disukai para pembaca.

"Selain menguak perbedaan tim buzzer Korea dan negara lain, Chang Kang-myoung juga akan membagikan tips bagaimana cara mengenali antara kebenaran fakta dan cerita ciptaan buzzer yang ditujukan untuk menggiring opini publik. Pemaparan Chang Kang-myoung akan bermanfaat sebagai bekal kita di era internet yang sangat luar biasa ini," tambah Juliana Tan.

Selama sembilan hari, Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) menyelenggarakan Festival Ruang Tengah. Dibuka pada 23 Juli, festival yang membuka ruang untuk penulis dan pembaca itu bakal diberakhir pada 31 Juli 2022.

Setiap tahunnya, buku bacaan terbitan Asia terus mengalami peningkatan. Penerbit pun berusaha aktif untuk mencari penerjemah yang handal dan ilustrasi yang bisa menerjemahkan ke dalam visual yang berkualitas.

"Karya-karya terjemahan dari Asia Timur mendominasi segmen literatur Asia di Indonesia. Selain isi buku dan cara pengemasannya yang memang impresif, juga ditunjang dengan dukungan pembaca yang loyal," sambung Nina Andiana dari Manajer Bidang Fiksi GPU.

Selama dua minggu, para pencinta buku bisa mengikuti acara yang berlangsung secara hibrid via Zoom dan offline di Gramedia Matraman, Jakarta Timur.



Simak Video "Yusuf Mansur yang Lagi-lagi Lolos Gugatan Hukum"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT