Manga Kobo-chan Hiatus karena Kesehatan Komikus Menurun

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 21 Jun 2022 17:27 WIB
Manga Kobo-chan
Manga Kobo-chan karya Masashi Ueda terpaksa hiatus karena kesehatan komikusnya menurun. Foto: Istimewa
Jakarta -

Ingat dengan karakter Kobo-chan? Kobo-chan yang menceritakan tentang anak berusia 5 tahun bernama Kobo Tabata sukses diadaptasi ke serial anime, termasuk di Indonesia.

Manga yang diciptakan oleh Masashi Ueda sejak April 1982 masih terbit sampai sekarang. Sayangnya kabar tak menyenangkan menimpa penerbitan manga Kobo-chan.

Kobo-chan dikabarkan hiatus atau berhenti berkarya sementara waktu. Akhir pekan lalu, kabar itu dibagikan tim editorial manga Kobo-chan.

"Manga Kobo-chan terpaksa hiatus karena masalah kesehatan dari komikus Masashi Ueda," tulisnya, dilansir dari Oricon, Selasa (21/6/2022).

Kobo-chan pertama kali terbit di Yomiuri Shimbun sejak April 1982. Manga komedia keluarga yang terdiri dari empat panel ini fokus pada karakter Kobo Tabata yang tinggal bersama adik perempuan, orang tua, dan kedua kakek neneknya.

Tiga generasi itu tinggal di bawah satu atap. Pada 7 Februari, Houbunsha menerbitkan volume buku kompilikasi yang ke-51.

Penerbit Kodansha juga merilisnya dalam beberapa volume dengan edisi bilingual dengan judul Kobo, the Lil Rascal. Di Indonesia Kobo-chan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo.

Manga Kobo-chan menginspirasi serial anime televisi yang ditayangkan pada 19 Oktober 1992 hingga 21 Maret 1994. Di Indonesia, serial ini pernah ditayangkan di RCTI pada 2 Januari 2000 sampai dengan 10 Juni 2001 dan NET sejak 18 Mei 2013.

Selain Kobo-chan, Masashi Ueda juga menerbitkan karya komik lainnya yakni Kariage Kun dan Furiten Kun.

Masashi Ueda diketahui mulai menggambar komik strip ketika bekerja di tempat les milik kakak laki-lakinya. Ia mulai menggambar Furiten-kun, strip komik mengenai seorang pemain mahjong pada 1979.

Pada 1982, dia berhasil memenangkan Penghargaan Manga Bungeishunjū. Di waktu yang bersamaan, ia mulai menggambar Kobo-chan.

Di 1988, Ueda mendapat kesempatan mengunjungi Nepal sebagai utusan istimewa Tahun Pemberantasan Buta Buruf Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa dan membuat namanya kian harum.



Simak Video "GKR Hayu, Kehidupan di Balik Keraton"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)