George RR Martin Ngeluh Ada Fans Teror soal Novel Ke-6 Game of Thrones

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 22 Mei 2022 13:03 WIB
LOS ANGELES, CA - SEPTEMBER 17:  George R. R. Martin arrives at HBOs Post Emmy Awards Reception at the Plaza at the Pacific Design Center on September 17, 2018 in Los Angeles, California.  (Photo by Emma McIntyre/Getty Images)
(Foto: Getty Images) Baru-baru ini, George RR Martin membahas mengenai teror pembaca yang vokal tentang ketidaksabaran mereka dalam komentar di media sosial, blog, dan semua hal.
Jakarta -

Kesuksesan Game of Thrones membuat para penggemarnya fanatik akan semesta Westeros tersebut. Meski serial televisi yang tayang HBO sudah selesai dengan ending menyesakkan, namun versi buku masih menunggu kelanjutan cerita.

Di versi buku, pencipta GoT menjanjikan penerbitan novel keenam yang sudah sejak lama dibocorkan berjudul The Winds of Winter. Sayangnya, George RR Martin belum menuntaskan janjinya kepada para fans.

Baru-baru ini, George RR Martin membahas mengenai teror pembaca yang vokal tentang ketidaksabaran mereka dalam komentar di media sosial, blog, dan semua hal.

Hal itu terungkap saat dia tampil menjadi bintang tamu di Podcast Coupledom. Ia menjelaskan alasan The Winds of Winter terlambat. Di antara ratusan komentar ada saja yang bersikap kasar kepadanya.

"Saya menyadari bahwa buku keenam The Winds of Winter terlambat," kata George RR Martin, dilansir dari berbagai sumber.

"Saya membaca ratusan komentar bagus, tapi masih ada penggemar di luar sana yang akan mengingatkan saya tentang hal itu di blog saya atau apapun," sambungnya lagi.

Misalnya saja ketika mengucapkan 'Selamat hari Thanksgiving', maka pembaca yang menerornya bakal menjawab 'Sudahlah Thanksgiving, di mana bukunya!'.

George RR Martin menegaskan media sosial kini menjadi momok. Banyak alasan yang membuat penulis dan pembaca setia menjadi lebih dekat namun juga mempermudah orang untuk mengucapkan kata-kata kasar.

"Saya suka penggemar, meskipun saya pikir Twitter dan media sosial membawa kekejaman yang tidak pernah saya lihat di masa lalu. Cinta dan benci sangat dekat," tegasnya.

Sudah 11 tahun sejak rilis buku terbaru dalam seri A Song of Ice and Fire karya George RR Martin terbit. Serialnya kini lebih dikenal sesuai judul di adaptasi televisi yakni Game of Thrones.

Awal bulan ini, dia mengatakan buku keenam bakal menjadi angsuran seri terpanjang sampai saat ini.

"The Winds of Winter akan menjadi buku besar. Bagaimana kelanjutannya? Buku ini lebih besar dari A Storm of Swords atau A Dance with Dragons yang menjadi buku-buku terpanjang dalam seri saat ini. Saya biasanya memangkas setelah selesai, tapi saya harus menyelesaikannya terlebih dahulu," ungkapnya.

Sebelumnya, janji bakal menerbitkan novel ke-6 sudah dibicarakan sejak 2020 tapi sayangnya dia mengatakan lelah untuk melanjutkan cerita. Pada 2021 pun, tidak ada satu pun progres terhadap kemajuan buku.

(tia/aay)