ADVERTISEMENT

5 Fakta Gerson Pyok, Sastrawan yang Dipuji Kritikus Dunia

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 25 Feb 2022 18:25 WIB
Gerson Pyok
Berikut 5 fakta soal sastrawan Gerson Pyok. Foto: Istimewa
Jakarta -

Tanggal 24 Februari diperingati sebagai hari kematian dari Gerson Pyok. Sastrawan yang lahir pada 16 Juni 1931 dikenal luas karya-karyanya dimuat di media massa dan dijadikan rujukan dalam pelajaran bahasa serta sastra Indonesia.

Sejak tahun 1950, Gerson Pyok mengawali kariernya sebagai penulis sejak 1950. Di balik prestasinya, ada banyak karya-karyanya yang masih abadi sampai sekarang.

Berikut 5 fakta tentang sastrawan Gerson Pyok, di antaranya:

1. Kursus Kepenulisan di Iowa

Gerson Pyok lahir di Namodele, Pulau Rote (Timur), Nusa Tenggara Timur. Ia pernah berprofesi menjadi guru SMP dan SGA di Ternate dan Bima.

Di awal dekade 1970, Gerson Pyok menerima beasiswa untuk mengikuti International Writing Program di University of Iowa, Amerika Serikat (AS).

Kursus kepenulisan ini terbilang bergengsi di dunia sastrawan Tanah Air karena tak banyak penulis Indonesia yang lolos untuk mengikutinya. Pada 1982, ia juga pernah mengikuti seminar sastra di India.

2. Dipuji Kritikus Sastra Dunia

Nama Gerson Pyok tak hanya dikenal di Indonesia saja namun sejumlah karya-karyanya juga dibicarakan dan dipuji oleh kritikus dunia. David T Hill dari Universitas Murdoch, Australia, cerpen Matias Akankari dalam salah satu jurnalnya menyebut cerpen Gerson Pyok itu berkualitas.

David T Hill mengatakan cerpen Gerson Pyok, bukan ditulis oleh orang Papua dan tidak menggunakan cara pandang mereka. Tapi Gerson Pyok berhasil menuliskan persoalan Papua dan masuk ke dalam sastra Indonesia.

Dalam jurnal lainnya, kritikus bernama Stephen Rankin juga membicarakan cerpen lainnya yakni Kuta, di sini Cintaku Kerlip Kemerlap.

3. Hari Sastra Nusa Tenggara Timur

Pencapaian Gerson Pyok dalam dunia sastra membuat tanggal lahirnya ditetapkan sebagai hari Sastra Nusa Tenggara Timur. Keputusan itu dibuat oleh sejumlah komunitas sastrawan atas kiprahnya di Indonesia.

4. Banjir Penghargaan

Ada 13 karya Gerson Pyok yang dikenal. Di antaranya adalah Hari-Hari Pertama, (1968), Sang Guru (1971), Cumbuan Sabana (1979), Giring-Giring (1982), Matias Akankari (1975), Oleng-Kemoleng dan Surat-Surat Cinta Rajagukguk (1975), dan Nostalgia Nusa Tenggara (1976).

Dia menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan dari pemerintah Indonesia (2011), Hadiah Sastra Asia Tenggara 'Sea Write Award', Adinegoro Award pada 1985 dan 1986. Serta menerima penghargaan seumur hidup atau lifetime achievement dari Harian Kompas.

5. Sakit Jantung

Gerson Pyok meninggal pada 24 Februari 2017 pukul 11:00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat, setelah 10 hari terbaring menjalani pengobatan.

Selama empat tahun terakhir, Gerson Poyk mengidap penyakit jantung dan berbagai komplikasi yang membuat dirinya hanya dapat berbaring di ruang ICU.



Simak Video "Roro Fitria yang Sempat Histeris di Sidang Cerai Perdana"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT