Manuskrip Buku The Little Prince Sambangi Prancis Pertama Kali

ADVERTISEMENT

Manuskrip Buku The Little Prince Sambangi Prancis Pertama Kali

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 17 Feb 2022 11:27 WIB
Sketsa buku Le Petit Prince
Foto: Istimewa
Jakarta -

Ingat dengan buku klasik Le Petit Prince atau lebih dikenal dengan The Little Prince? Buku karya Antoine de Saint-Exupery yang terbit pada 1943 sukses diterjemahkan lebih dari 300 bahasa dan laku terjual 140 juta eksemplar sampai sekarang.

Di Indonesia, bukunya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan turut meramaikan industri buku.

Untuk pertama kalinya, The Little Prince melakukan perjalanan ke Prancis pekan ini. Pameran tentang penulis legendaris Antoine de Saint-Exupery tengah dipamerkan di sana.

The Little Prince menceritakan tentang, pilot-penjelajah yang menulis kisah yang dicintainya tentang seorang pangeran alien dan perjalanan antar bintang saat diasingkan di Amerika Serikat pada tahun 1942. Ia menulisnya setelah melarikan diri dari Prancis usai invasi Nazi.

Sang novelis meninggalkan AS pada tahun berikutnya untuk berperang di baris terdepan Afrika Utara. Ia meninggalkan manuskrip itu kepada kekasihnya yang seorang jurnalis, Sylvia Hamilton.

Kekasihnya itu menjual naskah ke Perpustakaan dan Museum Morgan pada 1968.

Kunjungan pertamanya ke Paris adalah bagian dari pameran bertajuk Meeting the Little Prince di Museum of Decorative Arts yang berlangsung sampai Juni 2022.

Di antara harta yang dipamerkan adalah cat air asli rumah asteroid Pangeran Kecil dan pahlawan yang mengenakan mantel panjang khasnya dengan kerah merah.

Antoine Saint-Exupery menghilang selama misi di Mediterania pada Juli 1944. Keberadaannya tidak pernah diketahui dan ia sama sekali tidak pernah tahu kesuksesan bukunya mendunia, tak hanya di AS.

Pameran menampilkan berapa lama cerita itu ditulis. Dalam sebuah surat kepada calon istrinya pada 1930, ia menceritakan tentang ide seorang anak menemukan harta karun dan menjadi melankolis.

"Kami juga melihat apa yang tersisa di lantai ruang potong: karakter termasuk siput, kolektor kupu-kupu dan pasangan tua yang mengejarnya dari rumahnya. Atau pembukaan yang dibuang di mana narator mengakui bahwa dia tidak tahu cara menggambar pesawat terbang," ucap kurator pameran, Alban Cerisier.

"Selalu ada misteri di sekitar karya ini. Setiap lembar membawa teka-teki," tukasnya.



Simak Video "Prilly Latuconsina Tak Iri Lihat Kemesraan Kiky Saputri dan Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT