Seabad Si Binatang Jalang

ADVERTISEMENT

Seabad Si Binatang Jalang

Tia Agnes - detikHot
Senin, 10 Jan 2022 17:30 WIB
100 Tahun Chairil Anwar
Penerbit Gramedia Pustaka Utama menyiapkan sejumlah acara penting untuk memeriahkan 100 tahun Chairil Anwar. Foto: GPU/ Istimewa
Jakarta -

Tahun ini menjadi momen terbaik perayaan 100 tahun usia penyair Chairil Anwar. Lahir pada 26 Juli 1922 juga dikenal sebagai pelopor puisi modern Indonesia.

Karya puisi-puisinya memperluas sampai memperbarui tradisi penulisan puisi di era sebelumnya. Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) bakal merayakan 100 tahun usia penyair yang terkenal lewat sajak Si Binatang Jalang yang diambil dari buku kumpulan puisi berjudul Aku.

Editor Bidang Sastra Gramedia Pustaka Utama (GPU), Mirna Yulistianti mengatakan Gramedia Pustaka Utama sebagai salah satu kendaraan dari perjalanan panjang puisi Chairil Anwar akan merayakan momen tersebut sepanjang April sampai Juli 2022.

"Aku Ini Binatang Jalang kami terbitkan pada 1986 dan terus beredar hingga hari ini. Buku ini disusun dengan teliti oleh editor Pamusuk Eneste dan menjadi kumpulan puisi Chairil Anwar yang terlengkap di Indonesia," tutur Mirna Yulistianti dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (10/1/2021).

Anak dan ahli waris Chairil Anwar, Evawani juga telah dihubungi dan menyambut baik rencana peringatan ini.

Penerbit telah menyiapkan serangkaian acara untuk memperingati 100 Tahun Chairil Anwar. Di antaranya adalah cetak ulang dengan sampul edisi khusus, pembacaan puisi bersama para penulis dan pembaca, dan bedah buku secara daring.

"Melalui acara ini, kami ingin memperingati Chairil terutama atas karya-karyanya, bukan mitos tentang dirinya, atau hal-hal lain yang ada di seputar diri si penyair," ungkap Mirna.

Sepanjang kariernya, Chairil Anwar sukses menulis 96 karya termasuk 70 puisi. Pada 1942, dia mulai dikenal publik setelah pemuatan puisinya yang berjudul Nisan di usianya 20 tahun.

Sajak-sajak fenomenal lainnya di antaranya puisi Aku, Derai-Derai Cemara, Diponegoro, Senja di Pelabuhan Kecil, dan Doa.

Di awal dekade 1950-an, HB Jassin menobatkan Chairil Anwar bersama Asrul Sani dan Rivai Apin sebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia. Chairil Anwar meninggal pada 28 April 1949 ditetapkan sebagai Hari Puisi Nasional.

"Hari ini kita dapat menemukan potongan puisi Chairil di buku, mural, lagu, kaos, hingga bak truk, yang terus menggugah semangat siapa pun yang membacanya. Karyanyalah yang membuat Chairil tetap hidup 1000 tahun lagi," kata Mirna.



Simak Video "Breaking! Sastrawan Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT