Dea Anugrah Bicara Sejarah, Politik, dan Kota di Buku Nonfiksi Terbaru

Jauh Hari Wawan S - detikHot
Selasa, 23 Nov 2021 18:50 WIB
Penulis Dea Anugrah
Dea Anugrah menerbitkan buku baru yang diterbitkan oleh Shira Media Foto: Shira Media Group/ Istimewa
Yogyakarta -

Penulis muda Dea Anugrah menelurkan karya baru. Kali ini karya nonfiksi terbarunya 'Kenapa Kita Tidak Berdansa?' yang diterbitkan bulan ini.

Buku kumpulan tulisan nonfiksi terbarunya ini juga diterbitkan bersamaan dengan buku kumpulan tulisan nonfiksi pertamanya, 'Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya'.

Ada yang unik dan menarik dari kedua buku yang ditulis pria kelahiran Pangkal Pinang 1991 itu. Konsep kover pada kedua buku tersebut menggunakan potret wajah masa kanaknya.

Masing-masing buku nantinya akan memuat setengah potret wajah masa kanak Dea Anugrah. Ketika ditanya perihal mengapa ia ingin sekali menggunakan potret masa kanaknya untuk sampul kedua buku kumpulan tulisan nonfiksinya.

"Apa ya, kesan yang mau kutunjukin di kover tuh sesuatu yang dekat dan personal gitu," kata Dea, Selasa (23/11/2021).

Ipank Pamungkas dari Shira Media bercerita sedikit mengenai buku yang ditulis Dea. Dikatakan Ipank, buku nonfiksi terbaru dari Dea ini bisa disebut sebagai sekuel dari buku kumpulan tulisan nonfiksi pertamanya, Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya. Dalam karya ini masih memuat lebih banyak esai-esai personal.

Penulis Dea AnugrahPenulis Dea Anugrah menerbitkan buku terbaru berjudul Kenapa Kita Tidak Berdansa Foto: Shira Media Group/ Istimewa

"Dea Anugrah membicarakan sejarah, politik, kota, dan lain-lain sebagai perkara-perkara menarik yang dekat dan sehari-hari," kata Ipank.

"Esai-esai yang ditulis Dea Anugrah dalam buku terbarunya pun sangat menarik. Kisah-kisah yang ia tuliskan memikat. Ibarat teman, ia seperti teman lama yang kita undang ke rumah malam-malam untuk bercerita dan kita dibuatnya ingin terus mendegarkan kisah-kisahnya sampai terang," tambah Ipank.

Selain menulis tulisan-tulisan nonfiksi, Dea juga menuliskan puisi, cerpen, dan novel. Beberapa bukunya juga mendapatkan penghargaan.

Di antaranya buku kumpulan cerita pendek Bakat Menggonggong yang pada 2016 masuk daftar pendek Kusala Sastra Khatulistiwa dan dipilih oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu buku Indonesia terbaik.

Kemudian mendapatkan Penghargaan Sastra Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2020. Buku kumpulan puisinya, Kertas Basah juga menjadi salah satu buku sastra rekomendasi majalah Tempo 2020.



Simak Video "Pria di Yogya Gasak 6 Motor Milik Jamaah Masjid"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)