JK Rowling Ngaku Dapat Ancaman Pembunuhan

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 23 Nov 2021 09:35 WIB
JK Rowling
JK Rowling mengaku dapat ancaman pembunuhan di kawasan tempat tinggalnya, Edinburgh, Skotlandia. Foto: Facebook JK Rowling
Jakarta -

Kasus transfobia yang melibatkan nama JK Rowling berbuntut panjang sejak dua tahun lalu. Pencipta dan penulis seri buku Harry Potter itu mengaku mendapatkan banyak ancaman pembunuhan.

Awal pekan ini, JK Rowling mengatakan telah menerima ancaman pembunuhan usai tiga orang aktivis hak-hak transgender posting alamat kediaman pribadinya di akun Twitter. Sontak netizen pun mengetahui alamat asli sang novelis.

Para aktivis mengunggah foto saat berdiri di depan rumah JK Rowling di kota Edinburgh, Skotlandia. Mereka juga berkicau disertai oleh alamat yang terlihat.

JK Rowling pun langsung menghubungi kepolisian Skotlandia untuk mengamankan area di sekitar rumahnya.

"Saya telah menerima begitu banyak ancaman pembunuhan di kotak surat rumah saya. Hal ini membuat keluarga kami berada dalam ketakutan dan tekanan akibat tingkah para aktivis transgender," kata JK Rowling, dilansir dari berbagai sumber, Selasa (23/11/2021).

Penulis berusia 56 tahun itu melanjutkan, "Mungkin cara terbaik untuk membuktikan bahwa gerakan Anda bukanlah ancaman bagi wanita adalah dengan berhenti membuntuti, melecehkan, dan mengancam kami."

Seorang juru bicara kepolisian Skotlandia mengatakan telah mengetahui insiden ancaman pembunuhan. Pihaknya juga sedang menyelidiki kasus tersebut.

"Ketiga aktivis itu diketahui telah menutup akun Twitter mereka pada hari Senin," ucap juru bicara tersebut.

Perselisihan antara JK Rowling dan komunitas transgender dimulai sejak dua tahun lalu. Saat itu, ia mengungkapkan opini atas keyakinannya tentang frasa 'orang yang menstruasi' hanya bisa dirasakan oleh perempuan seutuhnya bukan transgender.

Opini itu membuat dunia menentang JK Rowling termasuk para pemain Harry Potter. Salah satunya berasal dari aktor Daniel Radcliffe yang mengatakan 'perempuan transgender tetaplah seorang perempuan'.

Tak berhenti sampai di situ saja, JK Rowling masih bersikukuh mengenai pendapatnya tersebut. Dia mengaku terkejut mendengar berbagai perempuan bicara mengenai masalah transgender, termasuk mereka yang tidak memiliki profil publik dan penyintas kekerasan seksual.

(Baca halaman berikutnya soal kasus transfobia JK Rowling)



Simak Video "Di Balik RIP JK Rowling yang Bergema di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]