Hiks... Penjualan Manga Anjlok ke Angka Terendah Sepanjang 50 Tahun

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 19 Nov 2021 10:35 WIB
Manga One Piece dan My Hero Academia
Manga One Piece dan My Hero Academia yang Terbit di Shonen Jump Foto: Shonen Jump/ Istimewa
Jakarta -

Sebelum pandemi, industri manga mengalami penjualan yang pesat dan selalu terlaris. Data terbaru yang ada di majalah mingguan Shonen Jump mengungkapkan data sebaliknya.

Majalah mingguan Shonen Jump mengungkapkan survei berbeda untuk penjualan tahun ini. Dilansir dari situs Shonen Jump, penjualan manga di Shonen Jump anjlok dan ini menjadi angka terendah sepanjang 50 tahun.

Penjualan manga, lanjut Shonen Jump, tidak pernah serendah ini sejak tahun 1974. Shonen Jump merupakan majalah manga terlaris di Jepang dan rumah penerbitan bagi One Piece.

Majalah mingguan Shonen Jump mulai terbit di tahun 1968 dan menjadi penerbitan terlaris di dunia. Bersaing dengan majalah mingguan Shonen Sunday dan Shonen Magazine yang juga menjadi bagian dari Shueisha.

Selama ini, Shonen Jump menjadi rumah bagi deretan manga shonen lainnya termasuk One Piece, Dragon Ball, Naruto hingga Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

Beberapa tahun terakhir, Shonen Jump memang dilaporkan sempat mengalami peningkatan penjualan. Namun pandemi mengubah segalanya, berdasarkan laporan Shonen Jump penurunan ini emncapai titik terendah.

Data yang dirilis oleh Japan Magazine Publishers Association (JMPA) menyebutkan rata-rata jumlah eksemplar yang terjual tahun ini pada 2020-2021 adalah 1,4 juta.

Bagi Shonen Jump itu adalah angka penjualan terendah, rekor tertinggi sebelumnya diraih pada tahun 1995 dengan angka 6,5 juta eksemplar.

Sepuluh tahun yang lalu, Shonen Jump terjual dengan angka rata-rata sebesar 2,8 juta eksemplar. Saat itu, serial manga Naruto, Hunter x Hunter, dan Bleach masih terbit dan memang digilai oleh para pencinta manga.

Kini Naruto usai terbit sama halnya dengan Hunter x Hunter yang mengalami hiatus sejak tahun 2018. Selain One Piece, My Hero Academia, dan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, judul manga lainnya mengalami penurunan.

Penurunan penjualan, menurut Shonen Jump, karena ada pergeseran budaya ke pembaca digital. Khususnya ketika situs Shonen Jump+ versi digital dari majalah itu diluncurkan.

Pembaca digital pun merasa nyaman dan angka pembacanya semakin meningkat. Sayangnya majalah cetak mengalami penurunan dari biasanya.

"Shonen Jump Mingguan dikenal memiliki beberapa cerita terbaik dalam sejarah manga, tapi sepertinya harus membuat strategi lainnya," tulis keterangan Shonen Jump.



Simak Video "Kreator Sakit, Manga 'Jujutsu Kaisen' Dihentikan Sementara"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)