Festival Bantu Teman Ajak Publik Donasi untuk Pekerja Buku Indonesia

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 10 Sep 2021 17:30 WIB
Festival Bantu Teman Digelar 14-18 September 2021
Festival Bantu Teman digelar 14-18 September 2021 secara daring Foto: Festival Bantu Teman/ Istimewa
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih melanda hampir dua tahun belakangan. Di tengah kondisi tak menentu, banyak pihak yang terdampak pandemi termasuk para pekerja buku di Indonesia.

Untuk membantu teman-teman para pekerja buku, sejumlah penulis mulai menggalang donasi yang muncul awal Agustus 2021. Dari aksi tersebut, sebuah festival ekosistem perbukuan bernama Festival Bantu Teman digelar mulai 14-18 September 2021.

Salah seorang inisiator aksi #TemanBantuTeman, Aan Mansyur, mengatakan di bulan Juli saat kasus Corona sedang tinggi-tingginya, pemilik Jual Buku Sastra (JBS) Indrian Koto dan Mutia Sukma mulai menghubungi beberapa nama untuk membantu teman yang harus menjalani isolasi mandiri (isoman).

"Kami membuat grup WhatsApp supaya teman-teman setidaknya dapat pertolongan pertama dari kami. Kami patungan untuk beli vitamin dan lain-lain. Kami juga mendata teman-teman kami, saling bersolidaritas," ungkap Aan Mansyur saat jumpa pers virtual, Jumat (10/9/2021).

Festival Bantu Teman Digelar 14-18 September 2021Jumpa Pers Festival Bantu Teman yang Digelar 14-18 September 2021 Foto: Festival Bantu Teman/ Istimewa

Dari hasil pendataan, ternyata ada banyak pekerja di industri buku yang terkena dampak pandemi dan terpapar virus. Aksi pun bergaung di media sosial dan mengumumkan pengajuan bantuan.

"Dalam perjalanannya, kami punya tim verifikator di dunia perbukuan yang melakukan verifikasi data. Sekarang bukan hanya menyalurkan donasi saja tapi juga berpikir tentang isu para pekerja buku," sambungnya.

Aksi itu pun melahirkan Festival Bantu Teman yang menghadirkan narasumber 70 pekerja buku, seniman, musisi, pembuat film, dan jurnalis yang mengisi 20 sesi festival.

Reda Gaudiamo yang berprofesi penuh sebagai penulis dan musisi sejak tahun 2018 menuturkan pandemi memang mengubah segala rencana dan pekerjaannya.

"Sebelumnya saya selama 30 tahun ke belakang aktif bekerja di biro iklan tapi sejak 2018 full time menjadi penulis dan musisi. Banyak kegiatan dan rencana yang batal karena pandemi. Yang sulit saat pandemi ini adalah kita mengakui kalau kita butuh pertolongan," kata Reda.

Selama 5 hari, para pecinta buku tak hanya turut diajak untuk berpartisipasi mengikuti diskusi dalam ekosistem perbukuan saja. Tapi juga berdonasi yang terdiri dari dua macam yakni paket terusan Rp 350 ribu untuk 20 sesi (5 hari) dan paket harian Rp 100 ribu untuk 4 sesi.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Reaksi Gubernur Sumbar soal Heboh Surat Minta Sumbangan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)