Komikus Chainsaw Man Minta Maaf Gegara Pakai Dialog Diskriminatif di Manga

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 04 Agu 2021 11:45 WIB
Manga Look Back on Sunday
Manga Look Back on Sunday karya Tatsuki Fujimoto Foto: Istimewa
Jakarta -

Komikus Chainsaw Man Tatsuki Fujimoto tengah menjadi pembicaraan gegara menggunakan bahasa diskriminatif di manganya. Penerbit Shonen Jump+ pun menyunting penggunaan bahasa tersebut.

Di dalam manga one-shot berjudul Look Back on Sunday ada kalimat yang sudah disunting kini bertuliskan, "Karena keinginan untuk menghindari penggambaran sesuatu yang dapat diartikan dengan mempromosikan bias atau diskriminasi'.

Tulisan penyuntingan tersebut ada dalam publikasi asli manga terbitan Jepang. Diterbitkan aslinya, ada cerita seorang pria yang menyerang sekolah seni.

Serangan pria tersebut dikaitkan dengan salah satu penyakit mental. Gara-gara adegan dalam salah satu panel manga, pembaca menghubungkannya dengan bahasa diskriminasi.

Kalimat diskriminatif dalam manga itu bertuliskan, "Menurut pernyataannya, dia mendengar suara-suara selama episode paranoid."

Gara-gara adegan dan kalimat tersebut, penerbit menilai tampak diskriminasi. Perubaan itu untuk menghindari stereotip negatif tentang pengidap skizofrenia dan penyakit mental lainnya yang melibatkan delusi.

Kontroversi lainnya adalah ketika dalam salah satu panel ada satu cerita tentang si pembunuh yang melakukan plagiarisme.

Usai menyunting dialog, Shonen Jump+ pun meminta maaf kepada pembaca atas kontroversial dialog diskriminasi dan plagiarisme.

Tuduhan plagiat sebagai motivasi utama dari karakter si pembunuh, menurut penerbit merujuk kepada serangan pembakaran 2019 di Kyoto Animation saat 36 orang terbunuh dan 33 lainnya terluka. Pria tersebut menuduh studio menjiplak novelnya.

Salah satu pembaca mengomentari adegan yang merujuk kasus tersebut.

"Kita semua masih ingat ada tragedi KyoAni yang masih segar di benak banyak orang. Beberapa orang mungkin menganggap karya Fujimoto tidak sensitif, meskipun ia menahan diri untuk menggambarkan tragedi dengan cara mengerikan," ucap komikus Xianwei Wu.

"Tragedi yang terjadi masih memunculkan kenangan menyakitkan hanya dengan menyinggung peristiwa itu selama klimaks cerita," lanjut pembaca lainnya.

Mangaka Tatsuki Fujimoto memulai debut karier di industri komik pada Desember 2018 di majalah mingguan Shonen Jump.

Gara-gara manga Chainsaw Man, karya Fujimoto dinominasikan untuk penghargaan Manga Taisho ke-13 di 2019. Manganya pun masuk ke dalam urutan teratas pada 2020 untuk pembaca pria.



Simak Video "Kreator Sakit, Manga 'Jujutsu Kaisen' Dihentikan Sementara"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)