Dunia Nyata Lebih Menakutkan Ketimbang Manga

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 28 Jul 2021 12:40 WIB
Manga Remina Ciptaan Junji Ito
Junji Ito mengatakan dunia lebih seram ketimbang manga horor yang diciptakannya Foto: Junji Ito/ Istimewa
Jakarta -

Mangaka horor ikonik Junji Ito kembali ke San Diego Comic-Con dan meraih dua penghargaan untuk karya terbaiknya. Dalam festival budaya populer terbesar di dunia, Junji Ito bicara soal manga horor terbaru hingga dunia yang lebih seram.

Dalam sebuah wawancara bersama manajer pemasaran VIZ Media, Urian Brown, Junji Ito, mengatakan kini ada banyak peristiwa di dunia nyata yang semakin menakutkan.

"Ada beberapa insiden mengerikan akhir-akhir ini yang membuatku berpikir kehidupan nyata lebih menakutkan ketimbang manga. Tapi manga saya jauh dari kenyataan dan banyak dari mereka tidak bisa terjadi di kehidupan nyata," kata Junji Ito, dalam sebuah wawancara.

Junji Ito pun menambahkan, "Pada akhirnya jika sains berkembang ke titik di mana kita memasuki periode banyak hal yang mulai terjadi tidak dapat Anda bayangkan, maka saya bertanya-tanya, apakah itu mungkin akhir dari manga saya. Tapi saya harap hari itu tidak akan datang."

Pria kelahiran 31 Juli 1963 di Gifu, Jepang, itu terkenal dengan beragam manga genre horor. Karyanya telah mendunia karena cerita dan karakter yang tak biasa.

Junji Ito kerap membuat gambar menakutkan. Seperti ikan berkaki Gyo, spiral Uzumaki yang menghantui, dan ikon horor tunggal yaitu Tomie.

Karya-karya kerap bersinggungan dengan budaya Asia yang percaya dengan mitos dan takhayul. Saat kecil pun, ia mengaku kerap mempercayai cerita-cerita tersebut.

Sama halnya dalam cerita dalam manga yang ada cermin pecah dan takhayul tradisional seperti 7 tahun sial.

Sebelumnya, Juji Ito terkenal menerbitkan manga Venus in the Blind Spot, Lovescikness: Junji Ito Story Collection, Frankenstein: Junji Ito Story Collection, Black Paradox, Fragments of Horror, Tomie: Complete Deluxe Edition hingga Hellstar Remina yang membuatnya mendapatkan anugerah Eisner Award 2021.



Simak Video "GKR Hayu, Kehidupan di Balik Keraton"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)