KKN Desa Penari Laris Manis, Novel Horor Simpleman Lain Tak Kalah Populer

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 17 Feb 2021 15:27 WIB
Novel KKN Desa Penari diterbitkan Bukune
Novel KKN Desa Penari masih laris manis dan terpopuler di toko buku Foto: dok. Bukune
Jakarta -

Nama Simpleman mencuat setelah fenomena KKN Desa Penari melambung tinggi di jagat maya. Bermula dari thread panjang di Twitter, tak disangka cerita mengenai mahasiswa dan mahasiswi yang melakukan KKN di desa terpencil itu digemari para pembaca cerita horor.

Tak berselang lama dari fenomena KKN Desa Penari, Simpleman mengembangkan ceritanya menjadi novel. Penerbit Bukune yang merilisnya ke industri buku Tanah Air.

Sambutannya tak kalah heboh dari fenomena KKN Desa Penari. Editor penerbit Bukune, Muhammad Barkah Winata, yang menyunting naskah novel KKN Desa Penari mengatakan sampai sekarang kepopuleran novelnya masih laris manis dibeli pembaca.

"Masih on going penjualannya, masih jalan terus. KKN Desa Penari mungkin sampai sekarang sudah terjual 50 ribu eksemplar," ungkap Barkah ketika diwawancarai detikcom, Selasa (17/2/2021).

Setelah menerbitkan novel KKN Desa Penari, Simpleman dan Bukune kembali merilis karya lainnya. Dimulai dari novel tentang santet kuno di sebuah keluarga Atmojo yang diberi judul Sewu Dino.

Penulis KKN Desa Penari Tulis Trilogi Mistis soal SantetPenulis KKN Desa Penari Tulis Trilogi Mistis soal Santet Foto: Bukune/ Istimewa

Kepopuleran Sewu Dino tak luput dari perhatian pembaca horor Indonesia. Penjualan Sewu Dino masih berjalan sekitar 15 ribu eksemplar, tapi Barkah menegaskan novel tersebut tak kalah populer.

"Janur Ireng setelah Sewu Dino juga kami cetak terbatas pas pre order saja karena saat pandemi pertengahan tahun 2020. Pas masuk ke toko buku juga terbatas, tapi karena itu masih dicari orang-orang," lanjut Barkah.

Setelah merilis KKN Desa Penari, Sewu Dino, dan Janur Ireng, Simpleman menyiapkan karya lainnya yang bakal terbit. Yakni novel Ranjat Kembang yang saat ini masih masuk sistem pre order di bukusimpleman.com.

Setelah menerbitkan ketiga novel horor tersebut, kini pembaca Simpleman sudah terbentuk. Komunitas pembaca Simpleman sekarang tidak terlalu heboh memusingkan maupun kontroversi tentang fiksi dan kisah nyata.

"Kalau KKN Desa Penari kan jangkauannya luas sekali ya, semua orang jadi ngomongin kan. Sekarang sudah fokus ke penikmat karya saja. Ya karya dibaca dan dinikmati saja," pungkasnya.



Simak Video "Pertama Kali Main Film Horor, Calvin Jeremy Jaga Sikap"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)