Stephen King Bantu Anak-anak Terbitkan Buku yang Terinspirasi Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 09 Feb 2021 09:54 WIB
DUNDALK, MD - NOVEMBER 11:  Stephen King promotes Under The Dome at the North Point Boulevard Walmart on November 11, 2009 in Dundalk, Maryland. (Photo by Larry French/Getty Images)
Stephen King bantu anak-anak yang ingin menerbitkan buku di tengah pandemi Foto: Getty Images
Jakarta -

Stephen King menjadi salah satu penulis ternama yang kerap membantu sesama dalam hal pendidikan. Penulis thriller dan horor itu kini membantu sekelompok anak-anak untuk menerbitkan buku.

Melalui Yayasan Stephen King, ia menanggung biaya sebesar U$ 6.500 atau sekitar Rp 90,6 juta untuk membiayai penerbitan bukunya. Ada sekelompok siswa yang berpartisipasi dalam program studi Penulis Sekolah Dasar Farwell.

Para siswa bersatu untuk menulis naskah sebesar 290 halaman yang dimulai dengan cerpen berjudul Fletcher McKenzie and Passage to Whole.

Dilansir dari AP, Selasa (9/2/2021), cerita itu mengisahkan tentang anak laki-laki yang tinggal di Maine. Mereka mengisahkan pengalaman mereka selama pandemi COVID-19.

Kota Maine yang berada di Portland, Amerika Serikat, juga merupakan lokasi domisili bagi penulis Stephen King. Sudah puluhan tahun lamanya, ia tinggal di kota tersebut bersama istri dan anak-anaknya.

Kepala Sekolah Dasar Farwell di Maine, Amanda Winslow, mengatakan dia bangga dengan pencapaian para siswanya dan atas bantuan Stephen King.

"Pandemi telah membawa perubahan perilaku para siswa dan masyarakat sekitar agar aktif beraktivitas menulis lewat program Kajian Penulis. Anak-anak tidak lagi jenuh ketika berada di dalam rumah," ungkapnya.

Sementara itu, Stephen King segera merilis novel kriminal terbaru pada Maret 2021. Buku yang membahas tentang kemampuan seorang laki-laki yang tak biasa itu menceritakan kisah tentang Jamie Conklin.

Ia punya kemampuan untuk membantu kekasihnya yang seorang detektif polisi dan masyarakat di sekitarnya.

"Ini adalah kisah yang indah tentang tumbuh dan menghadapi iblis-iblis Anda, apakah mereka metaforis atau peristiwa itu memang terjadi di dunia nyata," ungkap Editor Haed Case Crime, Charles Ardai, dilansir dari berbagai sumber.

Ia menyebut novel terbaru Stephen King adalah karya yang mengerikan, lembut, memilukan, sekaligus jujur.

Saat pandemi COVID-19, Stephen King aktif menulis. Berbagai kisah dituliskannya khususnya dalam genre kriminal, thriller, dan horor.

Pada 28 April, sebelumnya Stephen King mengumumkan menerbitkan novel terbarunya yang berjudul If It Bleeds. Kabar itu ia unggah lewat akun Twitter.

Stephen King yang dikenal sebagai penulis bergenre horor, fiksi ilmiah, dan fantasi. Buku-bukunya sukses terjual lebih dari 350 juta kopi di seluruh dunia serta sukses diadaptasi ke layar lebar maupun serial televisi.



Simak Video "Agnes Jennifer Si 'Julid' yang Nggak Mau Dibilang Crazy Rich"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)