Donald Trump Ditawari Rp 1,4 Triliun untuk Tulis Buku Memoar

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 12 Nov 2020 11:12 WIB
US President Donald Trump attends a National Day of Observance wreath laying ceremony on November 11, 2020 at Arlington National Cemetery in Arlington, Virginia. - US President Donald Trump made his first official post-election appearance Wednesday for what should be a moment of national unity to mark Veterans Day, now marred by his refusal to acknowledge Joe Bidens win. The president visited Arlington National Cemetery, four days after US media projected his Democratic rival would take the White House. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
Donald Trump Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Donald Trump masih belum menerima kekalahan di Pilpres Amerika Serikat setelah dikalahkan oleh Joe Biden dan Kamala Harris. Selama 4 tahun belakangan, buku soal Donald Trump menjadi yang terlaris di negeri Paman Sam.

Dilansir dari berbagai sumber, Donald Trump sepertinya ditawari oleh berbagai penerbit untuk menulis buku. Sepertinya, Trump diminta untuk menulis buku besar tentang pengalamannya di Gedung Putih sebagai Presiden Amerika Serikat.

Tabloid milik Murdoch, The New York Post, mempublikasikan artikel yang mengutip seorang sumber terdekat Donald Trump.



"Donald Trump dibombardir dengan penawaran buku dan televisi yang bernilai Rp 1,4 triliun. Angka yang mengejutkan," ungkap sumber tersebut, Kamis (12/11/2020).

Sebelumnya, buku-buku soal Donald Trump yang ditulis penulis lainnya selalu menempati jajaran terlaris di toko buku di AS. Bahkan bukunya kerap menuai kontroversi tapi kisah Trump selalu menarik untuk dibaca.

Angka Rp 1,4 triliun memang tidak terdengar akurat. Tapi New York Post mengklaim penawaran buku dan televisi adalah rencana B jika Donald Trump tidak menang di Pilpres 2020.



Donald Trump mendapatkan 70 juta suara yang diprediksi nantinya menjadi pembaca dan pembeli dari penjualan buku memoar Trump. Semua buku anti-Trump menghasilkan banyak uang dan diprediksi memoar Trump menjadi terlaris.

Memoar Trump yang rilis 1987 berjudul The Art of Deal ditulis oleh Tony Schwartz menjadi buku terlaris di masanya.

Sebelumnya, Barack dan Michelle Obama juga melakukan kesepakatan dengan Penguin Random House setelah meninggalkan Gedung Putih. Mereka sepakat menerima Rp 849 juta untuk menulis buku, itu adalah rekor tertinggi.

Memoar Bill Clinton yang terbit pada 2004 mampu menghasilkan Rp 211 juta. George W Bush pun memperoleh sekitar Rp 141 juta untuk memoar yang berjudul Decision Points pada 2010.



Simak Video "Muncul Perdana Usai Kalah di Pilpres, Trump Hadiri Perayaan Veteran"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)