Nirwan Dewanto Ungkap Industri Buku Terbantu Berkat Platform Digital

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 05 Nov 2020 14:53 WIB
Sastrawan Nirwan Dewanto
Sastrawan Nirwan Dewanto hadir di Jakarta Content Week 2020 Foto: Istimewa
Jakarta -

Saat pandemi COVID-19 masih mewabah di Indonesia dan banyak negara, platform digital menjadi salah satu strategi. Termasuk industri perbukuan atau penerbitan yang terkena dampaknya akibat Corona.

Sastrawan Nirwan Dewanto mengemukakan pendapatnya soal platform digital yang membantu industri buku. Saat jumpa pers virtual, Nirwan Dewanto menuturkan dunia penulisan dan perbukuan tidak bisa terpisah dari platform baru.

"Penulisan sendiri tergantung pada data atau informasi, penulis banyak diuntungkan dengan adanya medsos atau cara berkomunikasi yang baru melalui Zoom. Memang selalu ada sisi sebaliknya tapi teknologi selalu demikian," tutur Nirwan saat jumpa pers virtual Jakarta Content Week, Rabu (4/11).

Teknologi bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kreatif para penulis. Lewat teknologia media pula, komunikasi dipermudah.

"Saya sendiri banyak terlibat dalam acara yang sifatnya digital atau online. Contohnya saat saya diundang di Georgetown Literary Festival di Malaysia, saya hadir secara maya," lanjutnya.

Selama 8 bulan pandemi dan menjaga jarak antar orang, Nirwan merasakan ada banyak kelas yang produktif dan berpotensi mendorong kreativitas.

Dengan adanya platform digital dan media sosial, lanjut Nirwan, seorang produsen karya kreatif bisa langsung menjumpai khalayak tanpa perantara.

"Seorang seniman bisa menjadi bungkus untuk kehadirannya, sangat berbeda di masa kemarin yang butuh juru iklan," kelakar Nirwan Dewanto.

Nirwan Dewanto menjadi salah satu narasumber di program LitBeat yang diselenggarakan Jakarta Content Week atau Jaktent. Festival yang memadukan antara sastra, dunia perbukuan, kuliner, film, dan teknologi media itu digelar pada 11-15 November 2020.

Sesi khusus yang dibawakan Nirwan bakal berlangsung pada Rabu (11/11) pukul 10.30 sampai 11.30 WIB.

Selama 3 hari penyelenggaraan, ada 140 acara dari 300 narasumber yang mengisi festival.

Program yang dihadirkan akan terbagi dua, yakni sesi yang tersedia gratis bagi masyarakat umum. Serta sesi berbayar yang mewajibkan pengunjung membayar dengan jumlah tertentu.



Simak Video "Netizen Korsel Lebih Pilih Han Ji Pyeong Dibanding Nam Do San"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)